0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setelah Diburu Berbulan-bulan

Penjambret Pengacara Dibekuk

Tersangka kasus penjambretan (kanan) saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Seorang residivis jambret dibekuk jajaran reserse kriminal Polsek Laweyan, di sebuah rumah kos daerah Ngenden, Grogol, Sukoharjo, Jumat (4/1) lalu. Pelaku telah beraksi di 7 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polsek Laweyan.

Dari informasi yang dihimpun Timlo.net di Polsek Laweyan, pelaku yakni Isa alias Anshori alias Mugoyono (21) warga Sarimulyo RT06/RW 01 Kemusu, Boyolali, atau Waringinrejo RT 08/ RW 19 Cemani, Grogol, Sukoharjo. Dari 7 TKP yang dilakukan tersangka, baru 1 TKP yang dapat terbukti yakni dengan korban seorang pengacara, Rekawati, warga Jl Rambutan 2 No 2 Karangasem, Laweyan, Solo.

“Korban Rekawati telah dijambret pada 22 Oktober 2012 lalu dengan kerugian tas merk Guess, BB Bold, BB Dakota, uang tunai Rp 3 juta, uang tunai 500 dolar AS serta uang tunai 1000 dolar Singapura, dengan total kerugian Rp 25 juta,” papar Kapolsek Laweyan Kompol Yuswanto Ardi kepada wartawan, Senin (21/1).

Disebutkan, pelaku merupakan residivis pada kasus yang sama yakni penjambretan. “Dalam melakukan aksinya pelaku merupakan “pemetik” atau “eksekutor” dan saat ini kami sedang mengejar jokinya yang telah diketahui identitasnya,” jelas Kompol Yuswanto Ardi.

Ditangkapnya pelaku, lanjut Kapolsek, berkat hasil perburuan berbulan-bulan dengan mendeteksi HP korban yang digunakan tersangka. “Tersangka dapat ditangkap oleh tim reskrim pada Jumat (4/1) lalu di sebuah rumah kos di Ngenden, Grogol, Sukoharjo dengan barang bukti BB Bold 9900, dan sebuah Honda Vario warna putih yang telah diganti plat nomornya menjadi AD 4878 MU,” terangnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. “Kami akan kembangkan perkara ini untuk menangkap pelaku lain yang masih dalam pengejaran petugas,” tambah Kapolsek Laweyan.

Sementara, kepada wartawan, pelaku mengaku bahwa saat melakukan aksinya secara spontan. “Saat itu korban yang menyetir mobilnya baru turun dari mobil melalui pintu sebelah kanan, kemudian saya berhenti membuka pintu depan sebelah kiri, kemudian mengambil tas korban,” ujarnya. Ditambahkan, hasil dari aksi tersebut telah habis untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk foya-foya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge