0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

238 Guru Laboratorium Solo Ikuti Pelatihan

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo, Sulardi (dok.timlo.net)

Solo — Masih banyak guru dengan tugas tambahan sebagai kepala laboratorium (lab) atau kepala perpustakaan yang belum memiliki sertifikasi kompetensi manajerial lab dan perpustakaan. Padalah sertifikasi kompetensi tersebut sebagai syarat mendapatkan konversi jam mengajar selama 12 jam.

Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Sulardi, Senin (21/1) mengatakan, konversi 12 jam tersebut untuk memenuhi kewajiban minimal para guru untuk megajar selama 24 jam. Pasalnya berdasarkan hasil pemetaan tidak semua guru dapat menjalankan kewajiban mengajar dengan 12 jam waktu minimal yang telah ditentukan.

Meski demikian, bagi guru yang mengantongi surat tugas dari kepala sekolah saja yang bisa mengonversi jam mengajar dan disertai dengan sertifikat kompetensi manajerial lab dan perpustakaan. Lantaran hal tersebut Disdikpora  bekerjasama dengan tim Lembaga Pelatihan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengadakan pelatihan.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 238 guru yang terdiri 26 peserta guru lab TIK, 45 guru lab IPA, 58 peserta Lab IPS, 25 lab Bahasa dan 84 peserta perpustakaan, dari jenjang SMP dan SMA Sederajat di Kota Solo. Pelatihan yang berlangsung selama satu minggu ini, diharapkan para guru dapat lulus dan memiliki kompetensi memahami manajemen lab dan perpustakaan.

Moch Rohmadi, Koordinator Pelatihan menjelaskan, pembahasan dalam pelatihan yang digelar di Hotel Grand Setia Kawan ini fokus pada manajemen dan pengelolaan lab atau perpustakaan. Mulai hari senin peserta ikut pre tes, kemudian dilanjutkan hari berikutnya dengan pemberian materi, penyusunan portofolio, observasi di sekolah masing-masing, mempresentasikan hasil observasi dan berakhir pada hari sabtu dengan mengikuti post tes.

Menurut Rochmadi, tidak semua peserta pelatihan otomatis lulus dan mendapatkan sertifikat, melainkan mereka harus memenuhi aspek kelulusan seperti halnya kehadiran, hasil tes dan pelatihan, serta partisipasi. Dan mendapatkan sertifikat dengan nilai akumulasi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge