0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UN dan UNPK Digabung

Budi Setiono, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo (Dok.Timlo.net)

Solo –-Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK) untuk pPaket A, B dan C akan dilaksanakan secara bersamaan dengan Ujian Nasional (UN) di tingkat SMA/MA dan SMK.

Kasi Kurikulum Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Surakarta, Budi Setiono, mengatakan, terkait pelaksanaan tersebut sudah dilakukan pembahasan Standar Prosedur Operasi  (SOP) UN dan UNPK 2013. “Kemarin pada tanggal 13 kami diundang ke Provinsi terkait sosialisasi UN dan UNPK sekaligus SOP-nya,” katanya kepada wartawan, Sabtu (19/1).

Dalam pembahasan tersebut disepakati beberapa poin penting diantaranya tentang waktu pelaksaan, paket soal dan pengawasan berjenjang. Dikatakan, untuk UN dan UNPK di tingkat SMA/ MA dan SMK serta program kesetaraan Paket C jadwal pelaksanaan pada April mendatang. “Jadwalnya dari tanggal 15 sampai 18 April untuk pelaksanaan SMA/MA dan SMK dimulai pada pukul 08.00, sedangkan untuk program kesetaraan Paket C dimulai jam  13.00,” paparnya.

Perbedaan jam ujian tersebut menurutnya, masih perlu ditinjau ulang efektif dan tidaknya. Pasalnya untuk ujian kesetaraan paket C banyak peserta yang sudah bekerja. Selain melakukan kajian terhadap jam ujian, review untuk pengawasan berjenjang UN dan UNPK.

Berdasarkan draf SOP mekanisme pengawasan berjenjang/ silang, pengawasn UN SMA/MA dan SMK adalah guru-guru SMP. Sedangkan pengawas UN SMP adalah guru-guru SMA/ MA atau SMK. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kecurangan UN dan UNPK.  Namun menurutnya pengawasan berjenjang perlu direview lagi karena menurutnya variasi 20 paket soal untuk UN dan UNPK dinilai sudah cukup.

“Sebenarnya dengan paket 20 soal sudah cukup untuk meminimalisir kecurangan karena nanti setiap anak mendapat soal yang berbeda-beda. Makanya pengawasan berjenjang perlu direview lagi,” imbuhnya.

Mengenai hal tersebut Budi menjelaskan, untuk pelaksanaan di Solo pengawasan berjenjang tidak ada persoalan. Mengingat sekolah satu dan yang lainnya secara pemetaan mudah dijangkau. “Sekolah yang berada di daerah secara pemetaannya tidak seperti di kota sehingga akan mengalami sedikit kesulitan untuk pelaksanaan pengawasan berjenjang,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge