0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kesadaran Warga Laporkan Kematian Unggas Masih Kurang

Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Sragen, Mulyani (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen, Mulyani, menyatakan sebanyak 3.062 ekor itik maupun bebek dan 347 ekor ayam kampung mati sejak April hingga Desember 2012. Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Penguji di Balai Besar Veteriner Yogyakarta menyatakan, dari jumlah tersebut  10  kasus di antara disebabkan oleh serangan virus Avian Influenza (AI) atau flu burung. Sedangkan sisanya masih dalam penelitian.

Mulyani mengungkapkan, kematian unggas yang belum terdekteksi diduga juga karena AI. Hal itu berdasarkan ciri-ciri kematian unggas yang mendadak. Selain itu, kondisi fisik unggas yang mati menyerupai kematian unggas karena AI. Oleh karena itu Mulyani mengimbau pemilik unggas waspada penyebaran AI terutama musim penghujan. Virus AI dapat berkembang biak cepat saat musim penghujan.

Dia menjelaskan, tidak ada lokasi spesifik endemi AI. AI bisa terjadi di 20 kecamatan di Sragen. Karena asumsinya setiap warga dipastikan memelihara unggas. Hal yang membedakan adalah jumlah unggas yang dimiliki masing-masing warga tidak sama antara tempat satu dengan lainnya. Laporan terakhir yang diterima Disnakkan terkait kematian unggas yang diduga AI terjadi di Desa Celep Kedawung, Doyong Miri, Soka Miri, Gumantar Mondokan, Sragen Kulon Sragen, Puro Karangmalang dan Saren Kalijambe.

“Bisa jadi ada wilayah lain yang mengalami kematian unggas, tetapi ini tidak terdeteksi karena kesadaran warga untuk melaporkan kematian unggas masih kurang. Padahal kami selalu memeriksa apabila ada laporan kematian unggas,” terang Mulyani kepada wartawan, akhir pekan ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge