0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Distribusi Gerobak Pedagang Galabo Tunggu Kesepahaman Pedagang

Shelter baru Galabo (Dok. Timlo.net/Daryono)

Solo – Pengadaan 25 gerobak untuk pedagang kuliner Galabo belum bisa didistribusikan. Masih ada beberapa pertimbangan dari Pemkot sehingga menunda pendistribusian barang tersebut.

Saat ini, gerobak senilai total Rp 196 juta dari APBD 2012 yang diperuntukkan bagi pedagang kuliner Galabo sudah jadi dan tersimpan di gudang pengelola yang terletak di Pucang Sawit, kecamatan Jebres. “Belum bisa didistribusikan karena masih ada perbedaan pandangan diantara pedagang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budhi Suharto kepada wartawan, Minggu (20/1).

Sejumlah permasalahan muncul manakala desain gerobak sudah jadi. Sejumlah pedagang mempermasalahkan desain gerobak yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. “Ada yang minta dilubangi, ada yang minta tidak dilubangi. Kami masih harus menyesuaikan keinginan pedagang,” tuturnya.

Disamping itu, belum ada kesepahaman antara pedagang kuliner pagi dan pedagang kuliner malam hari. Banyak pedagang pula yang menginginkan agar gerobak bisa dibawa kerumah masing-masing sehingga memudahkan operasional sehari-hari mereka.

Sekda memastikan, pendistribusian gerobak dilakukan setelah ada kesepahaman dengan pedagang. Diharapkan pendistribusian bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

Pada tahun anggaran 2012 lalu, dialokasikan Rp 400 juta untuk pengadaan sarana dan prasarana untuk shelter kuliner Galabo. Namun, yang terealisasi hanya Rp 196 juta. Sisanya, sebesar Rp 214 juta untuk pengadaan meja kursi tidak terealisasi. Konsekuensinya, sisa anggaran yang tidak terealisasi dimasukkan kembali dalam kas daerah (kasda).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge