0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jika Hanya 1 Cawawali, DPRD Takkan Proses Pemilihan

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Supriyanto (Dok.Timo.net/Daryono)

Solo — DPRD Solo menyatakan tidak akan memproses pemilihan wakil walikota jika calon wakil walikota (Cawawali) yang diajukan hanya satu nama. Hal ini lantaran sesuai aturan, calon wawali yang diajukan harus dua nama.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan Cawawali yang direkomendasikan DPP hanya satu nama. Namun demikian, DPP belum mau menyebutkan satu nama yang direkomendasikan tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Solo Supriyanto mengatakan Cawawali yang diajukan harus dua nama. “Berdasar UU No 32 tahun 2004, calon wawali yang disampaikan ke DPRD harus dua nama,” ujarnya kepada Timlo.net, Minggu (20/1).

Nantinya, sambung Supriyanto, setelah partai pengusung (PDIP) mengajukan dua nama calon wawali ke DPRD, pihaknya akan mempersiapkan mekanisme untuk memilih dua nama calon wawali yang disampaikan ke DPRD.

“Kalau hanya satu nama otomatis kami tidak bisa memproses, karena itu menyalahi aturan yang berlaku. Namun, kalau itu merupakan mekanisme internal ya monggo, terserah mereka (PDIP). Tetapi saya yakin yang disampaikan ke DPRD saya yakin dua nama,” terangnya.

Terpisah, Ketua DPRD YF Sukasno membenarkan bahwa calon wawali yang diajukan harus dua nama. “Di aturan memang dua nama. Tetapi kalau nanti hanya satu nama yang diajukan ya akan kami lihat lagi aturannya seperti apa. Kalau memang bisa ya ndak apa-apa,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa mengatakan apa yang disampaikan Puan Maharani tidaklah salah. “Yang disampaikan Mbak Puan itu nggak ada salahnya. Jadi memang dari dulu, PDIP hanya memberikan rekomendasi satu nama dalam pemilihan manapun. Artinya jika dua nama itu kan mekanisme di DPRD. Jadi harus dipisahkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan, terkait persoalan yang satu nama lagi, hal itu akan dikomunikasikan oleh DPC untuk mendampingi satu nama yang direkomendasikan DPP. “Pertimbangannya, DPC menyesuaikan dengan mekanisme di DPRD. Artinya, dalam proses penyusunan tata tertib (Tatib) pemilihan wawali, jika Tatib membolehkan satu nama bisa jadi kami tidak perlu menambah satu nama,” ungkapnya.

Diterangkan, penambahan satu nama itu bagian dari upaya mengikuti mekanisme. “Kami bukan mengakali proses pemilihan, ini bagian mekanisme pemilihan wawali,” tukasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge