0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKS Solo Desak Pengisian Kursi Wawali

Ketua DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto (Dok. istimewa)

Karanganyar — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo menilai  kosongnya kursi wakil walikota (Wawali) Solo selama dua bulan ini menggangu dan menghambat pelayanan birokrasi di Kota Bengawan. Penilaian itu disampaikan oleh Ketua DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto dalam acara  Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) di Hotel Tejomoyo, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (20/1).

Dalam rilis yang diterima Timlo.net disebutkan, kekosongan posisi wakil walikota Solo yang dibiarkan berlarut-larut menimbulkan kesan yang kurang baik di mata publik. “Beban walikota yang tanpa pendamping menyebabkan pekerjaan menumpuk pada satu orang. Seharusnya pembinaan birokrasi bisa dijalankan oleh wakil walikota sehingga peran kepemimpinan pemerintahan walikota lebih optimal” ujar Sugeng.

Dikatakan, akhir-akhir ini banyak permasalahan birokrasi yang terjadi di lingkup Kota Solo dan seharusnya menjadi perhatian  untuk diseselesaikan dengan baik. Permasalahan BPMKS, Jamkesmas, pemeliharaan aset milik pemerintahan, sampai dengan masalah jual beli jabatan yang menjadi isu politik di Kota Solo akhir-akhir ini merupakan indikasi bahwa permasalahan birokrasi menjadi perhatian penting yang harus segera diselesaikan.

“Waktu dua bulan kekosongan wakil walikota ini sudah terlalu lama dibiarkan berlarut-larut. Maka dari itu kami mendesak kepada pimpinan DPRD untuk segera membuat keputusan dan meminta partai pengusung segera menetapkan calon yang akan dipilih oleh DPRD sebagai wakil walikota” tambah Sugeng.

Selain membahas kondisi politik di Kota Solo, Muskerda PKS Solo juga membahas persiapan menyongsong pemilu 2014 dengan agenda merumuskan program kerja selama satu tahun ke depan. Selain itu dibahas pula pencalonan anggota legislatif (pencalegan) PKS untuk caleg DPRD Solo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge