0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RSUD Solo Butuh 260 Tenaga

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo yang berlokasi di Ngipang, Kadipiro, Banjarsari (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo membutuhkan sedikitnya 260 orang yang akan direkrut sebagai tenaga medis dan non medis. Namun, perekrutan tenaga tersebut baru dapat dilakukan setelah terbentuknya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dijadwalkan terbentuk Maret mendatang.

Direktur RSUD Solo Sumartono Kardjo mengatakan, kebutuhan tenaga RSUD nantinya memang banyak. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan tenaga media seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat bedah, perawat umum, perawat anestesi, perawat radiologi, dan sebagainya. Sedangkan untuk tenaga non medis kebutuhannya mencakup tenaga ahli listrik, tenaga ahli air, tenaga ahli bangunan, dan sebagainya yang akan mendukung operasional RSUD. “Kalau kebutuhannya ya banyak. Ada sekitar 260 tenaga. Namun perekrutan baru dilakukan setelah BLUD RSUD terbentuk” ujarnya.

Sementara, RSUD sendiri juga telah mempersiapkan untuk pembentukan BLUD tersebut. Komponen yang tengah disiapkan RSUD yang akan dinilai untuk terbentuknya BLUD di antaranya adalah komponen substantif, teknis dan administratif. “Kami di RSUD tengah menyiapkan semua komponen yang akan dinilai,” ungkap Sumartono, kemarin

Sumartono mengatakan, kurangnya tenaga medis dan non medis di RSUD secara langusung maupun tidak akan mempengaruhi operasional rumah sakit tersebut. Yang pada ujungnya akan mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Solo Umar Hasyim mengatakan, pihaknya akan terus mengawal pembentukan BLUD RSUD. Baik dalam proses penilaian oleh tim pemkot nanti maupun pada penetapannya nanti. “Kami katakan bahwa keberadaan BLUD RSUD itu sangat penting. Bahkan mendesak, sebab dengan BLUD, RSUD akan dapat beroperasi secara maksimal. Termasuk juga dalam memenuhi tenaga medis dan non medisnya,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge