0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persoalan Air Cokro Tak Perlu Dibawa ke Kemendagri

Meteran milik PDAM Kota Surakarta yang dipasang di Umbul Ingas Cokro, Tulung, Klaten raib dari tempatnya (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Solo — Rencana pemerintah kota (Pemkot ) Solo yang akan membawa persoalan pemanfaatan air Cokro (Tulung, Klaten) ke Kemendagri dinilai kalangan Dewan sebagai langkah yang berlebihan. Persoalan air Cokro sebaiknya diselesaikan antara Pemkot Solo dengan Pemkab Klaten secara baik-baik.

“Seharusnya tidak perlu dibawa ke Kemendagri, bahkan ke Gubernur pun juga tidak perlu. Persoalan ini bisa diselesaikan dengan duduk bersama untuk melakukan kesepakatan ulang terkait kontribusi pemanfaatan air Cokro. Jadi ya cukup dua pihak itu saja,” ujar Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto kepada wartawan, Minggu (20/1).

Diungkapkan politisi Partai Demokrat ini, kontribusi pemanfaatn air Cokro tersebut merupakan kontribusi tidak mengikat, sehingga seharusnya bisa dibicarakan dengan kepala dingin. “Tidak perlu saling ngotot, tidak perlu saling kaku-kakuan. Ini kan hal sepele, jadi seharusnya bisa dibicarakan baik-baik dengan itungan yang realistis dan pembicaraan soal peralatan yang mengalirkan air ke Solo,” ungkapnya.

Terkait nilai kontribusi kepada Pemkab Klaten, Supriyanto tetap pada keinginan semula agar kontribusi yang dibayarkan PDAM Solo tidak lebih dari Rp 1 miliar. “Saya tetap berpendapat kontribusi maksimal Rp 1 miliar,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge