0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waspada Jaringan Narkoba Internasional lewat Bandara

Tran Thi Bich Han, warga Vietnam, terpidana mati khasus Narkoba. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Polres Boyolali semakin memperketat pengawasan di Bandara Adi Sumarmo terkait peredaran Narkoba yang dilakukan jaringan international. Langkah ini dilakukan menyusul dibukanya kembali jalur penerbangan maskapai dengan rute penerbangan dari Kuala Lumpur melalui Solo.

Kasat Narkoba Polres Boyolali AKP AA Gede Oka mengatakan, penjagaan di bandara semakin diperketat mengingat selama ini kasus Narkoba yang diduga melibatkan jaringan international pelakunya adalah penumpang maskapai penerbangan tersebut. Dijelaskan ada 4 kasus Narkoba dengan taraf besar, dua diantaranya melibatkan WNA (Warga Negara Asing), Filiphina dan Vietnam.

Keempat pelaku pengedar Narkoba yang diduga masuk dalam jaringan international sudah dihukum. Mereka mendapat putusan hukuman 20 tahun, seumur hidup hingga mati. Salah satu pelaku yang dihukum mati adalah  Tran Thi Bich Han (34), warga negara Vietnam, menyelundupkan sabu-sabu seberat 1,104 kilogram atau senilai Rp 2,3 miliar Juni tahun lalu.

“Kita akan kerjasama dengan petugas bea cukai untuk memonitor bandara,” ungkap Kasat ditemui di ruangannya.

Sementara terkait dengan peredaran Narkoba di tingkat lokal Boyolali, diakui pihaknya hingga kini baru menangkap kurir dan pengguna sabu-sabu skala kecil. Sementara untuk bandar besar masih diburu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge