0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persis LPIS Diminta Berikan Pemahaman ke 26 Klub Internal

CEO PT LPIS Widjayanto (kiri) didampingi Sekretaris Pengcab PSSI Solo Ruhban Ruzziyatno. (Timlo.net / Aryo)

Solo —  Jajaran klub dan manajemen Persis Solo bentukan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) diminta memberikan pemahaman ke para pengurus cabang PSSI Solo dan 26 klub internal. Hal tersebut bahkan diminta sendiri oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, usai mengadakan pertemuan dan pemaparan dengan perwakilan PT LPIS serta pengurus Persis.

Pertemuan yang dihadiri CEO PT LPIS Widjayanto, CEO PT Solo Indomandiri Profesional (SIP) Kesit Budi Handoyo, dan manajer Persis LPIS digelar di Lodji Gandrung, Sabtu (19/1) siang. Pihak pengurus PSSI Solo diwakili langsung oleh Ketua Harian Yosca Herman Soedrajat dan Sekretaris Pengcab PSSI Solo Ruhban Ruzziyatno. Sementara Walikota FX Hadi Rudyatmo memenuhi janjinya untuk mendengarkan dan menyaksikan pemaparannya.

“Pada prinsipnya hasil pertemuan tadi langsung dengan beliau (Walikota Solo), sesuai undang-undang yang berkaitan dengan perijinan dan sanksi bahwa semua pertandingan harus memiliki ijin dari PSSI sebagai otoritas sepakbola tertinggi Indonesia yang resmi. Bila ada yang melanggarnya akan ada sanksi pidana maupun denda,” terang Ruhban usai pertemuan di Lodji Gandrung.

“Yang menjadi acuan kami tetap regulasi yang resmi. Tadi Pak Walikota juga berupaya menghubungi pak Menpora (Roy Suryo) untuk mengentikan dulu kompetisi PT LI, yang kemudian biar PSSI memberikan sosialisasi proses pemahaman betapa pentingnya rekomendasi regulasi dari FIFA maupun PSSI,” lanjut Ruhban.

Menurut Ruhban, pihaknya diminta oleh Walikota untuk memberikan pemahaman kepada para pengurus maupun klub internal. Pertemuan tersebut baru akan dilakukannya pekan depan dan berharap seluruh pengurus serta klub internal bisa memahami betapa pentingnya mengikuti kompetisi resmi dibawah naungan PSSI.

“Solo harus ada satu Persis, makanya kami perlu memberikan pemahaman kepada pengurus cabang dan klub anggota. Mungkin minggu depan baru akan kita bertemu, termasuk jaminan finansial maksimal Rp 5 miliar untuk tim Divisi Utama LPIS. Serta ada pula pembatasan gaji pemakan maksimal berapa minimal berapa, jadi semuanya harus jelas,” pungkas Ruhban.

Terpisah, CEO PT LPIS Widjajayanto memberikan penjelasan secara detail terkait betapa bahanya bila klub profesional di Indonesia tidak berada di bawah naungan PSSI dan pengelola kompetisi PT LPIS. Menurut Widjayanto, sanksi berupa denda dan bahkan pidana bakal menanti bila tidak mengindahkan saran FIFA. Widja bahkan membeberkan pesan surat dari pengadilan Swiss terkait sikap FIFA atas kisruh sepakbola Indonesia.

“Pihak KPSI dalam hal ini PT LI beberapa kali mengajukan gugatan ke badan arbitrase olahraga internasional (CAS) yang meminta mereka dianggap sebagai badan sepak bola di Indonesia yang resmi, tapi berkali-kali pula selalu ditolak CAS. Dan bagi pihak yang melanggar pasal 51 serta 89 UU olahraga maka dia akan diterkan sanksi pidana. Bisa dikenai hukuman 2 tahun dan denda Rupiah 1 miliar bagi yang tak mengindahkan aturan itu,” tegas Widjayanto.

Sementara mengenai nasib tim-tim Divisi Utama LPIS, pria yang akrab disapa Widja ini pihak pengelola Liga akan memberikan subsidi selama menjalani kompetisi. Sponsor Newscorp dan MNC Group bakal menjadi media partner kompetisi LPIS. Namun demikian, pihaknya meminta setiap klub untuk kreatif mencari sponsor lain.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge