0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Buruk, Harga Sayur dan Sembako Naik

Harga sayur dan sembako di pasar tradisional mengalami kenaikan (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar  —  Cuaca yang tidak menentu yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok (Sembako) di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar.

Pantauan harga, Sabtu (19/1) , di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar, beberapa bahan pokok yang harga merangkak naik seperti telor, sayur-mayur, cabai, bawang, dan beras. Untuk telor ayam saat ini harganya telah mencapai Rp 18.000 per kilo gramnya dari harga sebelumnya pada awal tahun Rp 17.000 per kilogram. Begitu juga dengan harga cabai yang sebelumnya normal, kini kembali naik, seperti cabe merah keriting dari Rp20.000 per kilogram memjadi Rp 30.000 per kilogram, cabe rawit merah dari Rp12.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang putih naik dari Rp 18.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram. Demikian untuk bawang merah dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 16.000 per kilogram. Untuk harga beras hampir semua jenis naik , C4 dari harga Rp 8000 naik menjadi Rp 8500, Mentik Super dari harga Rp 8500 menjadi Rp 9000. Selain harga beras, harga aneka jenis sayuran seperti kentang, wartel, kol mengalami kenaikan rata-rata mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kilogram.

Menurut Dewi, pedagang sembako di Pasar Palur, sejak awal tahun ini harga beras terus mengalami kenaikan. “Musim panen yang sudah berlalu juga cuaca buruk mungkin penyebab harga-harga menjadi naik,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Poniyati, pedagang sayur di Pasar Jaten, hampir semua harga sayur mengalami kenaikan akibat cuaca buruk. “Cuaca kurang bagus, semua harga naik,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge