0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Produksi Bibit Lele Dumbo Wonogiri Turun 100 %

Warga berbincang di sekitar kolam bibit ikan lele di Kelurahan Kaliancar, Selogiri Wonogiri. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Lantaran terkendala cuaca dan kelangkaan pakan, produksi bibit lele dumbo di Kelurahan Kaliancar, Selogiri, Wonogiri mengalami penurunan drastis. Jumlah penurunan itu dikatakan sampai 100 persen.

Lurah Kaliancar, Sagimin mengatakan, ada 3 sentra pembibitan ikan lele dumbo di wilayahnya. Yakni, di Lingkungan Gunung Wijil, Gunung Gadung, dan Kaliancar. Per kelompok memiliki anggota antara 20 sampai 30 orang.

“Sebenarnya pemasaran bibit sudah ada dan bukan masalah lagi. Justru problem datang dari faktor cuaca dan kelangkaan pakan,” katanya Sagimin saat ditemui di kantornya, Sabtu (19/1).

Kasmo, salah satu anggota kelompok pembibitan lele “Karyo Rahayu Lele” Kaliancar mengemukakan, dalam kondisi normal, satu pasang induk lele mampu menghasilkan 75 hingga 100 ribu bibit. Dari jumlah itu, yang jadi dan bertahan hidup sekitar 50 sampai 60 ribu.

“Tapi, saat musim hujan deras seperti ini, bibit tidak tahan cuaca. Ditambah lagi, keberadaan pakan bibit berupa cacing darah yang waktu-waktu ini langka. Sehingga banyak yang mati. Sampai hanya tersisa 5 ribu. Sehingga, malah kita lepas semua. Berarti merugi seluruhnya, seratus persen,” ungkap Kasmo.

Langkanya cacing darah dikatakan dia juga disebabkan cuaca. Hujan yang turun terlalu deras membuat pasokan pakan dari daerah Bekonang dan Polokarto (Sukoharjo) menipis, bahkan terhenti. Harga cacing darah perliternya mencapai Rp 12 ribu.

“Tapi kami yakin, beberapa bulan lagi ketika cuaca sudah membaik, pasokan pakan sudah kembali lancar, produksi bisa stabil,” tandasnya.

Bibit lele dumbo hasil budidaya warga Kaliancar, didistribusikan hingga wilayah Boyolali dan Sukoharjo. Sementara untuk lokal Wonogiri, meliputi seluruh warga peternak lele.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge