0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aksi 1001 Patung, Seniman Klaten Turun ke Jalan

Sejumlah seniman Klaten menggelar aksi 1001 patung (dok.timlo.net/indratno eprilianto)

Klaten — Puluhan seniman dari Sanggar Lima Benua yang bermarkas di Dukuh Gritan, Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten turun ke jalan memperagakan seni patung, Sabtu (19/1).

Ada sebanyak 13 titik lokasi yang dijadikan peragaan seni. Mulai dari markas Sanggar Lima Benua hingga taman Ki Narto Sabdho, Klaten Tengah. Tema yang diangkat yakni 1001 patung.

Pendamping Sanggar Lima Benua, Hari Purnama, mengatakan kegiatan itu sebagai tanda penutupan Pameran Pelangi Lazuardi dari Klaten untuk Indonesia.

“Ada pesan baru yang terkandung di dalamnya. Salah satunya membawa seni patung ke kancah nasional,” ujarnya di sela aksi.

Hari menjelaskan, tujuan dari 1001 patung adalah menumbuhkan, mendorong dan mengembangkan performa seni patung lokal realism. Pihaknya berharap dengan aksi itu menjadi tetenger (tanda) bahwa Klaten kaya akan karya seni patung.

“Paling tidak lokasi-lokasi yang ada patungnya menjadi motivasi, kebanggan dan penghargaan masyarakat Klaten. Mengingat Klaten adalah 1001 sentra industri dan budaya,” kata Hari.

Hari mencontohkan, lokasi-lokasi yang terdapat seni patung diantaranya, patung ikan lele di Jombor (Bayat), patung orang mancing di Janti (Polanharjo), patung orang menyerut di Serenan (Juwiring), patung padi rojo lele di Delanggu, patung membatik di Jarum (Bayat), dan lain-lain.

“Dengan berbagai seni patung di daerah-daerah itu menjadi simbol bahwa seni patung di Klaten memang layak diperhitungkan di kancah nasional,” imbuh Hari.

Peragaan seni 1001 patung itu merupakan kerjasama dengan Komunitas Tengah Sawah Klaten, Komunitas Bumi Langit Solo, pematung, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Klaten dan komunitas seniman lainnya.

Sementara itu, Ketua Investigasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Tarmudji, mengatakan kegiatan bersama seniman patung itu sebagai proses pembelajaran keterampilan untuk memahami kreatifitas. Dengan kegiatan itu diharapkan bisa membawa Klaten ke kancah nasional maupun internasional.

“Potensi lokal di Klaten ini sebenarnya sangat banyak, terutama dalam hal seni patung. Kami berharap pematung Klaten bisa bersatu, sehingga bisa membawa Klaten menuju Indonesia dan dunia,” ujar Tarmudji yang juga sebagai Wakil Ketua Kadin Kabupaten Klaten.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge