0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petakan Potensi Solo dengan Sistem Green Map

Kelas Akber ke-45 "Green Map Solo & Save Kali Pepe" (Dok: Timlo.net/Ranu Ario)

Solo — Sebenarnya ada banyak potensi yang bisa digali dari Kota Solo. Salah satu cara untuk memetakan potensi kota ini adalah dengan menggunakan sistem pemetaan Green Map.  Hal ini diungkapkan Miftahul Arozaq, penggiat Green Map Solo dalam  kelas AkBer (Akademi Berbagi) ke-45 “Green Map & Save Kali Pepe” Jumat (18/1) yang diadakan di Jl Sam Ratulangi, Gremet, Solo.

Rozaq menjelaskan, sistem Green Map diciptakan oleh Wendy E Brawer. Peta ini terinspirasi dari perjalanan Wendy ke Borobudur pada Oktober 1989. Di sana dia mengalami kesulitan karena minimnya peta yang menunjukkan potensi  alam dan budaya yang ada di wilayah Borobudur. Sepulangnya dari Indonesia, Wendy berusaha menciptakan sebuah peta yang menunjukkan potensi budaya dan alam di kota kediamannya, New York yang bertujuan untuk membantu pelestarian lingkungan.

Organisasi Green Map sendiri menyediakan peralatan pemetaan yang bisa digunakan.  Dan cara memetakan potensi alam dan budaya di suatu wilayah di lakukan dengan memberikan tanda ikon berdasarkan ikon yang disediakan oleh Green Map.

Dalam sistem pemetaan Green Map, siapa pun bisa membuat peta berdasarkan potensi budaya dan alam yang ditemukan di lingkungan sekitarnya. Misalnya bila dilingkungan sekitarnya, seseorang menemukan sebuah restoran di mana menu makanannya berbahan dasar organik. Maka dia bisa menambahkan letak restoran tersebut dengan ikon Healthy Dining.

Green Map Solo sendiri berdiri sejak 2008 dan hingga tahun ini mereka mencoba memetakan beberapa potensi yang ada di Kota Solo. Misalnya pemetaan potensi-potensi yang ada di Kampung Batik Laweyan dan city walk Solo.

Rozaq menjelaskan beberapa manfaat dari sistem pemetaan ini bagi masyarakat. “Misalnya masyarakat menemukan bahwa di kampung mereka di kota ini terdapat sampah yang menumpuk di beberapa tempat, mereka bisa memasukkan situasi ini dalam pemetaan Green Map Solo. Dan nantinya, menyerahkan pada pihak yang terkait,” jelasnya.

Koordinator Green Map Solo, Sessario Bayu menyatakan, masih banyak potensi di Solo yang belum dipetakan. Oleh karena itu mereka berencana untuk mencoba meneruskan proyek pembuatan peta Green Map Solo. “Untuk rencana ke depannya, kami akan melakukan beberapa hal seperti misalnya menyelesaikan proses pemetaan potensi city walk dan pemetaan potensi Kali Pepe,” ujarnya.

Selain itu, untuk menjaring lebih banyak pegiat dan memperkenalkan sistem pemetaan ini, Green Map Solo berencana untuk mengadakan workshop dalam beberapa minggu ke depan. Dalam workshop tersebut, mereka akan memberikan penjelasan tentang Green Map secara teknis.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge