0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tertipu BNN Gadungan, Jutaan Rupiah Melayang

Korban penipuan melapor ke Polresta Solo, Jumat (18/1) sore. (Dok.Timlo.net/ Iwan Dwi Wahyu Anggara)

Solo – Sunyoto, warga Sumber, Banjarsari, Solo tertipu uang jutaan rupiah. Modus operandi yang digunakan pelaku yakni pelaku mengaku dari BNN (Badan Narkotika Nasional) yang meminta tebusan jika anak korban tertangkap membawa Narkoba.

Ditemui sejumlah wartawan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Solo, korban menerangkan, peristiwa ini dialaminya, Kamis (17/1) pukul 15.45 WIB. Ketika itu tiba-tiba ada seorang pria yang menelpon dirinya melalui telepon rumah. Ketika menelepon pelaku pertama menangis dan mengaku sebagai putra korban, yakni Didit. Pelaku mengatakan dirinya saat itu sedang ditangkap petugas BNN Jakarta atas kasus Narkoba. Tak lama berselang suara di telepon berubah. Lelaki lain yang telah berkomplot (pelaku kedua) mengaku sebagai petugas BNN mengatakan kepada korban, bahwa Didit baru saja ditangkap.

“Orang itu mengatakan anak saya ditangkap bersama dua temannya yang lain. Katanya, masing-masing teman anak saya telah menyetor Rp 20 juta kepadanya sebagai uang “perdamaian”. Setelah mengatakan itu lelaki tersebut meminta saya menransfer sejumlah uang,” kata Sunyoto.

Pria berusia 56 tahun ini menerangkan, setelah mendapat kabar tersebut dirinya panik, lantas menelepon anaknya Didit tapi tidak diangkat, sehingga menambah kepanikannya.

“Kemudian saya dan istri saya menransfer uang Rp 5 juta ke rekening bank sesuai permintaan pelaku. Pengiriman uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) di SPBU Sumber,” jelas Sunyoto.

Lebih lanjut Sunyoto mengungkapkan bahwa, pelaku merasa kurang. Pelaku mengaku komandannya telah mengetahui kasus itu. Sehingga, dibutuhkan uang lebih banyak agar Didit tidak ditahan. Korban pun kembali menransfer Rp 5 juta.

“Ya karena takut anak saya ditahan, saya kemudian menransfer lagi Rp 5 juta,” urai Sunyoto.

Namun, pelaku meminta tambah lagi, untungnya setelah transfer uang yang kedua anaknya telepon mengabarkan saat itu berada di tempat kerja, jadi tidak bisa mengangkat telepon. Anaknya memastikan tidak sedang ditangkap siapa pun dan baik-baik saja. “Sejak saat itu saya baru sadar telah tertipu,” kata Sunyoto.

Lantaran sadar jadi korban penipuan, Sunyoto melaporkan kejadian ini ke Polresta Solo, Jumat (18/1) sore.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Edy Suranta Sitepu saat dikonfirmasi sejumlah wartawan menyampaikan, pihaknya telah memeriksa korban dan saksi terkait kasus itu. “Tentu kami akan kembangkan kasus ini,” ujar Kasat singkat.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge