0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karaoke Zensho di Ujung Tanduk

LUIS laporkan Zensho Karaoke ke Polisi (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo – Kelangsungan tempat karaoke Zensho di Jalan Kebangkitan Nasional, Sriwedari, Solo berada di ujung tanduk. Setelah beberapa hari lalu sempat digeruduk salah satu ormas karena dugaan penyalahgunaan fungsi karaoke, kini harus berurusan dengan Pemkot karena terbentur dengan perijinan.

Ternyata, ijin tempat hiburan karaoke yang terletak di belakang kompleks Stadion Sriwedari tersebut sudah terlambat masa berlakunya. Bahkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Sutarja, sudah memerintahkan jajarannya untuk menutup tempat hiburan tersebut sementara waktu.

“Kemarin saya sudah perintahkan untuk menutup, selama perijinannya belum diperpanjang. Penutupan Zensho karena ijin usahanya habis,” kata Sutarja kepada wartawan, Jumat (18/1).

Menurutnya, manajemen Zensho kini tengah mengajukan perpanjangan ijin Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (Urhu). Terkait disetujui dan tidaknya ijin tersebut, merupakan wewenang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Solo.

Pemkot sendiri kini tengah mendalami dugaan adanya praktek penyelewengan yang dilakukan oleh karaoke keluarga tersebut. Seperti yang dituduhkan oleh Ormas saat mendemo Zensho beberapa hari lalu, di tempat hiburan itu diduga menyajikan tarian telanjang bagi tamunya.

“Kalau perijinan tidak diperpanjang ya Pemkot punya kewajiban untuk menutup. Selain itu kalau disalahgunakan dan menyalahi aturan yang ada ya harus ditutup. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti yang otentik,” kata Walikota Solo, Hadi Rudyatmo.

Sementara Kapolsek Laweyan, Kompol Yuswanto Ardi mengemukakan, laporan dari Ormas terkait praktek asusila di karaoke itu masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Solo. Polsek Laweyan sendiri siap mengamankan lokasi supaya tidak ada tindakan-tindakan yang bersifat anarkis dari massa.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge