0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bantuan Untuk Museum Keris Hanya Turun Rp 10 Miliar

Solo – Rencana pembangunan Museum Keris di Kota Solo harus mengalami perubahan. Anggaran yang turun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jauh lebih kecil dari pengajuannya.

Awalnya, Pemkot Solo mengajukan anggaran sebesar Rp 35 miliar untuk membangun Museum Keris yang letaknya di kawasan Sriwedari. Namun, anggaran yang disetujui oleh Kemendikbud dari APBN 2013 ini hanya Rp 10 miliar saja.

Konsekuensinya, konsep bangunan museum harus diubah sesuai dengan anggaran yang disediakan. “Harus disesuaikan lagi dengan anggaran baru. Museumnya tetap, tapi luasan gedungnya berubah lebih kecil, disesuaikan dengan tempatnya,” kata Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo, Ahyani kepada wartawan, Jumat (18/1).

Ia sendiri tidak bisa menjelaskan alasan turunnya anggaran pembuatan Museum Keris yang terlampau kecil dari pengajuan anggaran. Yang jelas menurutnya, dengan anggaran sebesar itu pembangunan museum sudah bisa dilakukan.

Sebelumnya, Pemkot baru menyusun pra-desain pada perencanaan awal pembangunan. Dengan perubahan konsep tersebut, Detail Engineering Design (DED) yang akan dibuat tentunya akan berbeda dengan pra-desain karena harus menyesuaikan dengan anggaran yang turun.

Rencananya, bangunan museum nantinya tetap setinggi 4 lantai. Perubahan konsep terletak pada luasan bangunan saja. “Yang dibangun di bekas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mangunjayan saja,” terangnya.

Meski bangunan museum yang akan dibangun lebih kecil dari rencana semula, namun ruang-ruang yang ada di dalam museum tidak mengalami perubahan. Baik ruang display, ruang pertemuan, perpustakaan dan ruang workshop tetap ada. Desain dan landscape bangunan menurutnya harus selaras dengan status bangunan yang telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge