0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kalau Tak Diperbaiki, Jembatan Mayah 3 Bulan Lagi Ambrol

Komisi III DPRD Sragen ketika sidak Jembatan Mayah, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen. (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Kekuatan umur bangunan talut Jembatan Dukuh Mayah, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen diperkirakan hanya 3 bulan bila tidak segera diperbaiki. Ini menyusul terjadinya kerusakan dan keretakan pada talut jembatan senilai Rp 974 miliar tersebut. Hal itu terkuak dari hasil infeksi mendadak (Sidak) Komisi III DPRD Sragen ke jembatan penghubung antara Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Mondokan.

Sekretaris Komisi III DPRD Sragen, Suparno, Jumat (18/1) menjelaskan, bila talut jembatan tidak segera diperbaiki diyakini dalam tempo 3 bulan kerusakan akan semakin parah. Keretakan bahkan ambrol bisa saja terjadi, lantaran dari kontruksi bangunan urukan talut dinilai kurang padat dan suling-suling talut yang kurang.

“Air yang  meresap ke retakan-retakan talut bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah bila tidak segera diperbaiki,” ujar Suparno.

Suparno yang juga anggota Fraksi PDIP ini, mengkawatirkan talud dan pagar jembatan akan amblas selama 3 bulan ke depan akibat debet air dan curah hujan yang tinggi jika tidak segera diperbaiki. Suparno menandaskan, retakan  talud dan pagar itu bisa terjadi diakibatkan oleh adanya desakan air hujan yang mengaliri tanah dan menggerus bagian pondasi yang tanahnya tidak dikeraskan secara maksimal.

Sementara itu warga yang berada disekitar lokasi jembatan sangat berharap, jembatan itu berfungsi dengan baik. Karena dengan adanya jembatan penghubung yang baru ini, para warga akan semakin merasakan akses jalan yang dekat untuk menuju Kecamatan Mondokan, Sukodono, Tanon dan Sragen kota. Diketahui, Jembatan Mayah, Bendo, Sukodono, Sragen, yang baru selesai dibangun ini belum difungsikan, tetapi sudah mengalami kerusakan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge