0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Semrawut, PKL Alun-alun Sragen Ditertibkan

Petugas Satpol PP Sragen menertibkan PKL yang biasa mangkal di Alun-alun Sragen. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Alun-alun Sasono Langen Putro ditertibkan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen.

Penertiban dilakukan sejak Kamis (17/1) setelah ada tinjauan dari Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman di kawasan Alun-alun pada Kamis pagi. Selain itu petugas dari Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) Sragen dan Badan Lingkungan Hidup juga terlibat dalam penertiban tersebut.

“Ini adalah baru langkah awal untuk menertibkan PKL yang biasanya mangkal di sini (alun-alun — Red). Penertiban ini sebagai tindaklanjut dari tinjauan Bapak Bupati pada pagi tadi,” kata Kepala Satpol PP Sragen, Sri Budi Dharmo kepada Timlo.net, Jumat (18/1).

Selain PKL, petugas lintas sektoral tersebut juga menertibkan para penyedia jasa yang menyewakan berbagai mainan anak, seperti komedi putar, kereta mini, mobil-mobilan, becak mini, mandi bola dan sebagainya. Mereka yang biasanya menempati pinggiran alun-alun hingga ke trotoar Jalan Raya Sukowati dan Jalan Veteran, akhirnya digeser ke dalam alun-alun  kurang lebih 5 meter.

Kepala Bidang Pengelola Pasar DP2D Sragen, Heru Martono menjelaskan, para PKL dan persewaan mainan anak digeser ke dalam alun-alun untuk mengurangi kesemrawutan Jalan Raya Sukowati yang ada di Nol Kilometer. Dengan demikian para pengguna jalan merasa nyaman dan tidak terganggu dengan PKL yang biasa mangkal hingga ke trotoar.

“PKL yang ada di trotoar dan jasa persewaan mainan anak kita geser ke dalam. Soalnya di alun-alun ini adalah area nol kilometer yang harus bebas dari kesemrawutan,” kata Heru.

Heru menjelaskan, pihak DP2D dilibatkan dalam masalah ini karena PKL yang ada di alun-alun adalah masih termasuk wilayah pasar, sehingga para pedagang perlu ditertibkan. Diakuinya, selama ini mereka juga ditarik restribusi secara rutin. “PKL yang ada di sini semua membayar restribusi, jadi ini masih dalam pengaturan DP2D,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge