0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasien RS Banyudono Terpaksa Sewa Bantal

Anggota DPRD Boyolali saat Sidak pasien kelas 3 RSU Banyudono (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pasien kelas 2 dan 3 RSU Banyudono, Boyolali ternyata tidak mendapat fasilitas penuh dari rumah sakit. Pasien yang kebanyakan merupakan pasien jamkesmas ini selama dirawat di rumah sakit tidak mendapatkan fasilitas bantal. Mereka terpaksa membawa sendiri dari rumah atau menyewa kepada tukang sewa yang biasa berkeliling di rumah sakit.

Seperti diakui salah satu pasien di Kelas III RSU Banyudono, Sri Warsiti. Dirinya terpaksa membawa bantal sendiri dari rumah. Saat purtama kali dirawat karena sakit typus, warga Kertonatan ini mengaku kaget karena tidak mendapatkan bantal. Pihak rumah sakit waktu itu mengatakan tidak ada bantal untuk kelas 2 dan 3.

“Katanya tidak ada bantal,terpaksa bawa dari rumah,” tandasnya sambil berbaring, Jumat (18/1).

Hal senada juga diakui keluarga pasien Sri Partini, Maryuna, juga terpaksa membawa bantal dari rumah. Pihaknya tidak menyangka, rumah sakit sama sekali tidak menyediakan bantal.

Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPRD Boyolali, Agus Wiyono, menyayangkan adanya diskriminasi terhadap pasien kelas 2 dan 3 yang merupakan pasien Jamkesmas. Pihaknya akan melakukan klarifikasi ke pihak rumah sakit. Mestinya, lanjut Agus, fasilitas bantal menjadi kewajiban rumah sakit. Selain itu, pihaknya meminta agar pelayanan rumah sakit dikembalikan seperti Standar Operasional Pelayanan (SOP) mengingat tarif rumah sakit juga naik.

“Masak sih bantal harus bawa dan nyewa ke pihak lain, lagian berapa to harga bantal, kita sangat menyayangkan ini,” ungkap Agus saat melakukan Sidak ke beberapa pasien di ruang kelas 2 dan 3 RSU Banyudono.

Sementara itu, salah satu petugas ruang kelas 3 RSU Banyudono, Sri Rejeki, mengaku tidak adanya fasilitas bantal karena banyak bantal yang dibawa pulang oleh pasien.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge