0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mendidik Anak, Jangan Sia-siakan Masa Golden Age

Anak-anak TK (ilustrasi) (dok.timlo.net/niza novita)

Solo — Pendidikan karakter anak tidak hanya menjadi tugas di sekolah formal saja. Akan tetapi pendidikan karakter ini bisa dimulai sejak dini dari lingkungan keluarga, terutama peran orang tua khususnya ibu.

Dosen FKIP Universitas Selamet Riyadi (Unisri) Dra Indrogini HR MM mengatakan, perubahan kurikulum 2013 yang menghapus mata pelajaran kewirausahaan kemudian diubah menjadi mata pelajaran life skill sangat efektif jika diberikan kepada anak di usia dini. “Karena pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan meyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruknya,” paparnya di sela-sela mengisi acara di Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) yang digelar di Café Jaya, Solo, Jumat (18/1).

Menurutnya, dari usia itu, masa dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu banyak yang menyebut masa tersebut merupakan masa-masa golden age. Dalam hal ini menurutnya, ibu memiliki peran besar. Di dalam lingkungan keluarga, seorang ibu ataupun orangtua memiliki peran untuk mendidik anak menjadi kreatif, mandiri dan bertanggung jawab.

Ketiga elemen tersebut didasarkan dalam pendidikan karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di antaranya kreatif dengan indikator menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif. Mandiri yakni dengan menciptakan situasi membangun kemandirian. Dan ketiga tanggung jawab dengan indikator melakukan tugas tanpa disuruh, menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah, dan menghindari kecurangan. ”Ketiganya itu akan membantu pekembangan karakter anak,” singkatnya.

Indrogini menambahkan, ada beberapa cara membangun karakter positif pada anak yakni memanfaatkan buku cerita misalnya saja memilihkan cerita anak yang mengandung pesan sifat tanggung jawab. Selain itu dukung anak melewati situasi sulit. “Dari pada mengarahkan anak apa yang harus dia lakukan saat menghadapi masalah, akan lebih baik memberikan bimbingan pada anak melalui proses hingga kesimpulan yang dibuatnya sendiri. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge