0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siapa Sebenarnya Dibalik “Marmut”?

Solo – Mencuatnya dugaan adanya makelar mutasi (Marmut) menjelang pelaksanaan mutasi jabatan di lingkungan Pemkot menimbulkan beragam persepsi. Berbagai pertanyaan muncul terkait rumor tersebut, termasuk siapa yang bermain di dalamnya.

Sebenarnya, dugaan adanya “Marmut” tidak hanya terjadi sekarang saja. Beberapa tahun lalu praktek semacam itu sudah ada. Bahkan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menggunakan jasa “Marmut” juga sudah pernah terdeteksi pada momen mutasi jabatan pada tahun-tahun lalu.

Walikota Solo Hadi Rudyatmo menceritakan, kejadian itu terjadi manakala dirinya masih menjabat sebagai Wakil Walikota (Wawali). Kala itu, yang menjabat sebagai Walikota masih Joko Widodo (Jokowi).

Rudy, sapaan Walikota saat itu mendapati adanya praktek “Marmut” dari seorang PNS yang ingin menduduki jabatan Kepala Bidang (Kabid) di sebuah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Setelah dilakukan klarifikasi dan ternyata indikasinya benar, pelantikan PNS yang dimaksud ditunda. Sayangnya, Rudy tidak mau menjelaskan kapan peristiwa itu terjadi.

“Ya memang dulu pernah kejadian seperti itu (Marmut –Red). Terindikasi benar, saya telepon Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) agar jangan dilantik dulu,” terang Rudy.

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kota Solo Budhi Suharto. Dirinya menilai, munculnya peluang praktek “Marmut” karena pengaruh sistem yang ada. “Elemen dari sistem yang terlalu banyak. Terkait dimana letak peluang itu, ya itu yang harus dicari,” ungkapnya.

Sementara, kalangan DPRD justru menganggap rumor adanya praktek “marmut” sudah biasa dilakukan menjelang masa pergantian jabatan pejabat eselon. Ketua Komisi I DPRD Solo, Maryuwono mengatakan mekanisme pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Solo sudah sesuai prosedur. Sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan perihal kejanggalan dalam pengisian jabatan. ”Jika ada kejanggalan, laporkan saja ke kami. Akan kami tindaklanjuti, tentunya dengan bukti-bukti,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge