0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rela natar Jemput Gratis

Tolak Digabung, Sekolah Cari Tambahan Murid ke Perbatasan

Kepala SDN 2 Wonokerto, Rahayuningsih di tengah murid-muridnya (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Wacana regrouping atau penggabungan mulai mengemuka di SDN 2 Wonokerto, Wonogiri. Penyebabnya, di sekolah itu jumlah murid tak sampai 60 anak. Namun, seluruh keluarga besar sekolah menolak jika digabung.

Alhasil beragam langkah pun dilakoni pihak sekolah. Tujuannya, keputusan final regrouping tak jadi diberikan. Salah satunya mencari tambahan murid baru dengan segala konsekuensinya.

“Kami mencari murid hingga ke perbatasan Jatipurno, Karanganyar. Alhamdulillah, dapat 20-an anak, sekarang total murid menjadi 64. Berarti di atas standar minimal,” ujar Ketua Komite SDN 2 Wonokerto, Gutomo di sekitar sekolah, Jumat (18/1).

Namun, mesti ada pengorbanan yang harus dilakoninya. Lantaran jarak antara kediaman ke-20 murid terbilang sangat jauh, dirinya rela mengoperasikan mobil pribadinya untuk keperluan antar-jemput anak-anak itu. Dan anak-anak itu tak dipungut iuran sedikitpun.

Di tempat yang sama, Kepala SDN 2 Wonokerto, Rahayuningsih mengatakan, keperluan seragam sekolah plus pakaian olahraga dan sepatu disediakan secara gratis pula oleh sekolah. Dan itupun sudah menjadi kesepakatan seluruh anggota komite dan guru.

“Kami dan masyarakat sekitar tidak mau diregrouping. Kami ingin mempertahankan sekolah ini, sebab kami tetap berupaya ikut mencerdaskan anak-anak,” ujar dirinya.

Sayang, ada kendala dalam mewujudkan keinginan itu. Yakni, jumlah ruang kelas yang minim. Akibatnya, satu lokal mesti disekat menjadi 2. Pun batas sekatnya hanya berujud papan triplek.

“Kami mohon, supaya ada perhatian atas dari dinas atas masalah yang kami hadapi, ” pinta Rahayuningsih.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge