0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Walikota Rudy Siap Lacak Keberadaan “Marmut”

Walikota Solo Hadi Rudyatmo (timnlo.net - dhefi)

Solo —  Walikota Solo Hadi Rudyatmo akan menelusuri dugaan adanya makelar mutasi (Marmut) menjelang dilakukannya mutasi jabatan di lingkungan Pemkot Solo mendatang. Langkah tersebut diambil menyusul mencuatnya dugaan praktek jual beli jabatan pada saat momen mutasi jabatan dilakukan.

Beberapa waktu lalu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo mendapatkan informasi melalui pesan SMS yang menyatakan kecurigaan ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan jasa “Marmut” untuk menduduki jabatan tertentu. Bunyi salah satu pesan SMS yang dikirim kurang lebih: Apa benar Bu, jabatan bisa dibeli. Kalau benar, Si ‘A’ memang iya, pasti pakai pelicin.

Oleh Rudy, sapaan Walikota, langkah pertama yang diambil akan memanggil pengirim SMS tersebut untuk melakukan klarifikasi. “Akan kami panggil, akan kami lacak yang membuat SMS seperti itu,” katanya kepada wartawan, Jumat (18/1) usai meresmikan Kantor Kelurahan Laweyan, Solo.

Selain memanggil pengirim SMS, Rudy juga akan memanggil pejabat eselon yang dimaksud dalam SMS tersebut. “Saya sudah punya datanya. Akan saya panggil secepatnya,” tegasnya.

Menurut Walikota, kalau benar pejabat eselon yang dimaksud menggunakan jasa “Marmut”, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Yakni, dengan menunda atau membatalkan pelantikan pejabat eselon yang dimaksud.

Terkait kebenaran ada dan tidaknya makelar jabatan, Rudy menduga, kalaupun ada makelar yang bermain dalam jual beli jabatan dipastikan bukan dari unsur PNS. “Kalaupun ada itu saya jamin bukan dari PNS. Makanya kami akan coba klarifikasi,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge