0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Difasilitasi Pemkab, Warga dan Buruh PT Lestari Farm Bertemu

Ratusan buruh PT Lestari Farm mendatangi Kantor Kecamatan Masaran, menuntut agar perusahaan tersebut beroperasi kembali, Rabu (16/1). (dok.timlo.net/agung)

Sragen -– Setelah terjadi pro dan kontra antara warga Dukuh Gemblak dan Guworejo, Desa Krebet, Masaran yang menghendaki PT Lestari Farm ditutup, dengan buruh PT Lestari Farm yang menghendaki PT Lestari Farm beroperasi lagi, akhirnya kedua belah pihak bertemu. Pertemuan yang difasilitasi Pemkab Sragen tersebut bertempat di Kantor Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Sragen, Kamis (17/1).

Pihak yang menghendaki perusahaan tutup diwakili Handoko dan perwakilan buruh oleh Ruri Siponi Yanto. Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Bagian SDA Setda Sragen Suwondo, Kepala Satpol PP Sragen Sri Budi Darmo, Kepala Desa Krebet Masaran Haryanto dan Camat Masaran Wisarto Sudin.

Handoko mengatakan menyerahkan penyelesaian permasalahan pabrik ayam petelur kepada tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Dia mengaku tidak akan ikut campur atau melakukan intervensi perihal penyelesaian. Dia berjanji akan membantu pemerintah desa setempat meredam emosi warga yang menuntut pabrik ditutup.

“Saya tidak akan ikut campur lagi, masalah ini biar diselesaikan pemerintah,” kata Handoko.

Sementara itu perwakilan buruh, Ruri Siponi Yanto, tetap berharap pabrik bisa beroperasi kembali. Karena apabila pabrik ditutup akan mematikan hajat hidup ratusan warga yang bekerja di pabrik maupun tinggal di sekitar pabrik. Selain itu selama ini pabrik memberikan  kontribusi kepada warga sekitar seperti fasilitas air bersih, penerangan dan pembangunan jalan kampung.

Namun demikian pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan apakah kandang akan dibuka kembali atau ditutup.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge