0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Operasi Tak Punya Biaya

Balita Penderita Kaki Kuda Butuh Bantuan Dana

Muchammad Firlana, balita mungil anak pasangan Triyana-Budi Haryanto warga Dukuh Kedungbanteng, Desa Tawangsari, Teras, Boyolali menderita kaki bengkok mirip kaki kuda (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Seorang balita berusia 8,5 bulan menderita kaki bengkok mirip kaki kuda dan membutuhkan biaya operasi untuk menyembuhkan sakitnya tersebut. Sang balita sendiri pernah sekali dioperasi di RS Ortopedi Solo, namun untuk kesembuhanya belum diketahui secara pasti.

Muchammad Firlana, balita mungil anak pasangan Triyana-Budi Haryanto warga Dukuh Kedungbanteng, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali, terus ngoceh saat disambangi di rumahnya. Seolah tidak merasakan sakit dikakinya yang bengkok, balita tersebut terus mengeluarkan suara yang mengenaskan. Sang nenek dan ibunya dengan setia berada disamping Firlana yang tidur di bangku kayu.

“Ini sudah sejak lahir, kakinya bengkok, tulangnya bengkok, mirip kaki kuda, sudah dioperasi tapi untuk menyempurnakan butuh operasi lagi beberapa kali, tapi belum ada biaya,” ungkap Triyani lirih di hadapan anggota Komisi IV DPRD Boyolali saat berkunjung ke rumahnya, Kamis (17/1).

Untuk operasi yang pertama, diakui Triyani, dirinya mendapat bantuan dari pemerintah melalui program Jamkesmas Provinsi. Sebelum ada bantuan itu, Triyani sudah menghabiskan uang Rp 8 juta untuk biaya pengobatan anak semata wayangnya. Sebagai mantan buruh pabrik tekstil, mahalnya biaya pengobatan sang anak sangat menyulitkan.

Kaki bengkok atau kaki kuda yang diderita Firlana dengan berat badan 10 kg ini, terlihat jelas di kedua kakinya. Pada kedua kaki bagian tumit terlihat membiru dan bila dipegang terasa lembek seperti lumpuh. Namun setelah dioperasi, kaki sudah mulai terlihat kuat hanya saja saat ini harus menggunakan sepatu khusus seharga Rp 625 ribu. Sepatu khusus tersebut berfungsi untuk meluruskan tulangnya yang bengkok pasca operasi.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Boyolali Mulyanto merasa prihatin dengan kondisi yang dialami Balita Firlana. “Kami akan koordinasi dengan dinas terkait agar bisa memperjuangkan masuk dalam Jamkesmas atau Jamkesda,” imbuhnya



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge