0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diskusi Publik di UMS

Ganjar: Pembangunan Jadi Ladang Bisnis Pemerintah

Anggota DPR dari F-PDIP Ganjar Pranowo saat tampil dalam diskusi publik "Prospek Pertumbuhan dan Pemerataan Kesejahteraan untuk Jangka Panjang" yang digelar di ruang seminar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FE UMS), Kamis (17/1). ()

Solo —  Pembangunan di Indonesia dinilai gagal. Pasalnya pembangunan yang selama ini dilakukan tidak mengarah kepada peningkatan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan pokok pembangunan.

Hal ini diungkapkan Andrinof A Chaniago, penulis buku berjudul “Gagalnya pembangunan”. Secara singkat, buku ini menunjukkan pemahaman pembangunan yang didistorsi menjadi upaya peningkatan pendapatan pemerintah atau pembangunan sebagai ajang bisnis oleh pemerintah.

“Pembangunan yang selama ini dilakukan tidak mengarah pada peningkatan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan pokok pembangunan,” katanya saat mengisi acara diskusi publik “Prospek Pertumbuhan dan Pemerataan Kesejahteraan untuk Jangka Panjang” yang digelar di ruang seminar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kaamis (17/1).

Dipaparkan, pembangunan pemerintah saat ini tidak berpihak kepada rakyat. Hal ini ditunjukkan pada swastanisasi kawasan industri menjadi bisnis lahan, pembangunan perumahan yang tak memihak pada rakyat dan lainnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPR, Ganjar Pranowo. Politis PDIP ini menyoroti gagalnya pembangunan dapat dirasakan dari harga bahan pokok semakin mahal, kemiskinan masih menjadi-jadi, kebijakan yang tidak pro rakyat, dan penguasaan asing terhadap perekonomian nasional semakin tinggi.

Menurut Ganjar, pembangunan sesungguhnya adalah serangkaian upaya atau langkah untuk memajukan kondisi masyarakat dalam suatu negara atau wilayah. Penyebab dari kegagalan pembangunan tersebut tidak lain adalah banyaknya elit politik dan pemerintah atau instansi yang bertanggung atas kesejahteraan rakyat justru berjamaah melakukan korupsi. “Bagaimana tidak, nyatanya pembangunan dijadikan ladang binis,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge