0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hasil Sidak Ketua DPRD Solo

Mau Dioperasikan, Pasar Turisari Masih Rembes

Ketua DPRD Solo YF Sukasno (tengah) saat Sidak ke Pasar Turisari atau Pasar Nongko, Kamis (17/1) (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Jelang pengoperasian Pasar Turisari (Pasar Nongko), terdapat beberapa saluran air rembes dan saluran pembuangan yang diprediksi mampet. Kalangan DPRD Solo meminta pihak kontraktor segera melakukan perbaikan, mengingat bangunan baru itu masih dalam perbaikan.

Rembesnya bangunan baru Pasar Turisari tersebut ditemukan Ketua DPRD Solo YF Sukasno saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Turisari, Kamis (17/1). YF Sukasno sempat meninjau basement, lantai satu dan lantai atas. Tampak beberapa pedagang mulai melakukan penataan di pasar yang baru saja selesai dibangun tersebut.

Saluran yang bocor itu berupa rembesan air yang menetes di lantai basement yang berfungsi sebagai tempat parkir serta tempat berjualan pedagang oprokan.

Terkait hal itu, kontraktor proyek memastikan bahwa rembesan yang menetes ke lantai basement itu akan hilang sendirinya. Kontraktor juga siap memperbaiki kekurangan ataupun kerusakan bangunan jika ditemukan, karena Pasar Turisari masih dalam masa pemeliharaan kontraktor selama enam bulan. Atas kebocoran itu, kontraktor berjanji akan segera memperbaikinya. “Nanti akan segera dibetulkan,” ujar Heru, salah satu kontraktor.

Sementara, salah seorang penjual pakaian di lantai satu, Uun mengatakan fasilitas di pasar yang baru sudah cukup baik. “Fasilitas bagus. Listrik dan air tidak ada masalah,” ujar pedagang yang menempati los ini.

Terpisah, Lurah Pasar Turisari, Agus Suharto mengatakan pembagian pedagang pasar dilakukan menurut sesuai zonasi. Lantai basement diperuntukkan bagi pedagang oprokan. Sementara lantai dua untuk pedagang los yang rata-rata berjualan grabahan, pakaian dan sayur mayur. Sedangkan pedagang ikan dan daging ditempatkan di lantai atas.

Ditambahkan, semua pedagang kios berada di sisi luar, sementara pedagang los dan oprokan ada di dalam. “Perinciannya 252 pedagang los, 36 pedagang kios dan 110 pedagang oprokan,” bebernya.

Disinggung soal waktu pemindahan pedagang dari pasar darurat ke pasar baru, Agus mengatakan mulai minggu ini sudah mulai dilakukan pemindahan . “Kami sudah berkomunikasi dengan pedagang untuk mulai pindah dan kami upayakan secepatnya,” tuturnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge