0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Pungli Eks RSBI, Kadisdikpora Solo No Comment

Plt Sekda Pemkot Solo, Rahmat Sutomo (dok.timlo.net/niza novita)

Solo —  Pimpinan sekolah eks Rintisan sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) memilih bungkam, terkait pungutan sekolah yang diniali DPRD Kota Solo sebagai pungutan liar (Pungli).

Kepala SMAN 1 Solo HM Thoyibun mengaku tidak bisa memberikan komentar banyak terkait pungutan sekolah eks-RSBI. Selama ini pihaknya hanya sebagai pelaksana kebijakan dan hingga saat ini masih menunggu instruksi lanjutan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Thoyibun menjelaskan, bagi sekolah khususnya di jenjang SMA dan SMK diperbolehkan mendapatkan sokongan biaya operasional dari orangtua siswa, dan ini telah tercantum dalam Peraturan Walikota. Pasalnya SMA dan SMK tak mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

“Tentang pungutan saya tak bisa berkomentar banyak, karena masih nunggu instruksi dari Dikpora,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Solo Rakhmat Sutomo juga enggan berkomentar terkait pungutan eks RSBItersebut. ”No Comment. Sebenarnya ada RSBI atau tidak, akan sama saja. Sambil menunggu MK (Mahkamah Konstitusi), sekolah tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti biasanya. Apa to bedanya sekolah RSBI dan bukan sekolah RSBI,” paparnya.

Dikatakan, apapun  keputusan MK pihaknya tinggal mentaati. ”Kita tunggu saja kelanjutan dari putusan MK. Saat itu juga kalau MK mengatakan bubarkan RSBI ya, pada saat itu juga sekolah RSBI sudah tidak ada,” katanya kepada wartawan, usai melakukan pengecekan kantor barunya, di Jl DI Panjaitan, Banjarsari, Kamis (17/1).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge