0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musik Lesung Cetar Membahana hingga Istana

Kelompok Pendapa Lesung Nusantara saat mengiringi Ground Breaking Syariah Hotel Solo dan Lorin Moderate, Kamis (17/1). (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Lantunan lagu-lagu islami disajikan oleh kelompok Pendapa Lesung Nusantara mengiringi Ground Breaking Syariah Hotel Solo dan Lorin Moderate, Kamis (17/1). Alat musik yang dipergunakan kelompok tersebut terbilang unik. Pasalnya, lesung yang biasanya digunakan untuk menumbuk padi, ternyata dapat menghasilkan lantunan nada-nada indah. Sebuah lagu berjudul Dengan Nafasmu (Ungu Band) diaransemen menjadi sajian berbeda dari bentuk aslinya.

Ketua pelaksana kegiatan kelompok Pendapa Lesung Nusantara, Rusyanto mengatakan, kelompok kesenian tersebut berdiri tahun 2005. Awalnya didirikannya kelompok kesenian tersebut untuk mewadahi kreativitas dari seniman-seniman yang ada di Karanganyar. Seiiring berkembangnya waktu, menjadi wadah untuk anak-anak usia sekolah mulai dari bangku SD, SMP, hingga tingkat SMA/SMK.

“Awalnya dulu sebagai pelestarian budaya, namun melihat semakin tergerusnya mental budaya di kalangan anak di bangku sekolah maka kita juga ikut melibatkan anak sekolah di dalam kelompok ini,” ujar Rusyanto kepada Timlo.net.

Selain menggarap lagu-lagu islami, lanjut Rusyanto, kelompok kesenian tersebut juga mengusung lagu-lagu tradisional. Bahkan kelompok yang diasuh langsung oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani tersebut sudah berhasil menorehkan prestasi yang bisa dibilang “cetar membahana”. Bahkan, pernah tampil di acara penurunan bendera di Istana Negara Jakarta pada tahun 2009.

“Kami sudah beberapa kali tampil, baik dalam tingkat kota, provinsi maupun nasional,” tegasnya.

Terkait jadwal latihan yang diadakan, Rusyanto mengatakan, untuk anggota anak usia sekolah biasanya diadakan pada hari Sabtu. Namun, dirinya juga tidak memaksa apabila beberapa anak tidak bisa mengikuti latihan sehingga akan diganti dengan hari lain.

“Karena anggotanya anak sekolah maka kami sebagai pelatih juga harus fleksibel mengatur jadwal latihan,” ungkapnya.

Diharapkan kelompok kesenian tersebut dapat menjadi icon Kabupaten Karanganyar untuk melestarikan budaya serta memberikan edukasi kepada anak usia sekolah dalam pengenalan unsur-unsur budaya yang terdapat di Jawa Tengah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge