0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Revitalisasi Pasar Baturetno Butuh Rp 50 Miliar

Pasar Kota Wonogiri, yang dijadikan acuan rencana revitalisasi Pasar Baturetno. (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto)

Wonogiri — Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Wonogiri, Sumarjono mengatakan, mengingat kondisi, saat ini Pasar Baturetno perlu direvitalisasi alias bangun ulang.

“Dari fakta yang ada di Pasar Baturetno, kami berpikir pasar itu harus segera direvitalisasi. Kondisinya sudah sangat darurat,” kata Sumarjono, Rabu (16/1).

Untuk keperluan itu, paling tidak dibutuhkan anggaran besar, sekitar Rp 50 miliar. Jumlah tersebut jelas terlalu besar bagi Pemkab Wonogiri. Lantaran itulah, pihaknya mengaku telah mengajukan proposal ke pemerintah pusat. Rencananya, pasar Baturetno bakal berujud bangunan megah berlantai 3, mirip Pasar Kota Wonogiri.

“Dasar pemikirannya ya itu tadi, darurat. Bisa dilihat dengan mata telanjang. Diantaranya  sempitnya jarak antar kios atau los serta semrawutnya kondisi pasar dan sekitarnya. Bahkan,  tidak lagi bisa menampung pedagang yang ada. Banyak pedagang yang berceceran di trotoar sekitar pasar,” tuturnya.

Kondisi darurat lain, saat musim hujan atap pasar pada bocor, akibatnya lantai menjadi becek. Diperparah, drainase tidak lagi  berfungsi sempurna, kerap memunculkan genangan di lantai. Kondisi itu tentu membuat pedagang dan pembeli tidak nyaman.

Sumarjono menambahkan, Pemkab berharap tahap pembangunan pasar  bisa dimulai tahun ini. Bahkan, di APBD 2013, menganggarkan dana Rp 200 juta untuk tahap study lanjut mengenai pembangunan Pasar Baturetno.

Salah satu pedagang Pasar Baturetno, Sulistyowati, mengemukakan sepakat dengan rencana itu. Harapan dia, pembeli merasa nyaman masuk pasar. Kalau kondisi pasar bagus, tentu bisa bersaing dengan pasar modern.

“Di pasar Baturetno saat ini ada 97 pedagang kios dan 1.050 pedagang di los pasar. Itu masih ditambah dengan ratusan pedagang oprokan, kami setuju saja, asalkan nanti tidak memberatkan saat harus menyewa kios, dan mintanya bisa diangsur,” pinta Sulistyowati.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge