0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalur Sukoharjo-Klaten Tutup Total

Bangkai Bus Kramat Djati Dievakuasi

Bangkai Bus Kramat Djati yang terjun ke Kali Sekaran, Desa Sekaran, Wonosari, Klaten berhasil dievakuasi (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Bangkai Bus Kramat Djati yang nyemplung ke Kali Sekaran di Jalan Baki-Pakis, tepatnya Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Klaten berhasil dievakuasi, Rabu (16/1) malam.

Pantauan Timlo.net, evakuasi yang dilakukan Satlantas Polres Klaten dimulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Proses evakuasi dengan mendatangkan alat tiga berat. Bangkai bus yang semula berada di sungai pun sudah berhasil diangkat ke jalan raya.

“Sebanyak tiga alat berat berupa crane didatangkan. Dua alat berat dari Klaten dan satu alat berat berukuran lebih besar dari Solo,” ujar Kasatlantas Polres Klaten, AKP Kurniawan Ismail disela memantau proses evakuasi, Rabu (16/1) malam.

Guna memperlancar proses evakuasi, pihaknya sengaja menutup total jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Sukoharjo dengan Klaten tersebut. Sedangkan kendaraan yang melintas terpaksa dialihkan ke perkampungan.

Sebelumnya dikabarkan, Bus Kramat Djati bernomor polisi D 7555 AE itu terjun ke Kali Sekaran setelah berpapasan dengan sebuah truk pasir di Jalan Baki-Pakis, tepatnya Desa Sekaran, Wonosari, Klaten. Kecelakaan tunggal ini terjadi pada Rabu (16/1) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat itu bus jurusan Wonogiri-Bandung yang dikemudikan oleh Derrys Astriana (30) warga Jambuku, Mandalawangi, Salopak, Tasikmalaya, Jawa Barat melaju dari arah Sukoharjo menuju Pakis, Wonosari dengan kecepatan sedang. Namun dari arah berlawanan muncul sebuah truk pasir yang berjalan merambat.

Saat di lokasi kejadian, truk tak mau mengalah karena menghindari lubangan jalan. Kondisi itu membuat bus yang berpenumpang 15 orang tersebut melaju terlalu ke kiri sehingga jalan yang dilalui pun tak mampu menahan berat kendaraan. Bus langsung terguling hingga terjun ke kali.

Akibat kejadian itu, tujuh penumpang dilaporkan menderita luka-luka yang langsung dilarikan ke PKU Muhammadiyah, Delanggu untuk perawatan. Dari tujuh orang itu, dua diantaranya menjalani rawat inap. Sedangkan lima lainnya rawat jalan.

Kedua korban yang menjalani rawat inap yakni, Dona Ariyanto (33) warga Gedong Sawo, Bulu, Sukoharjo, menderita patah lengan kiri bagian atas, dan istrinya, Wanti Mulyani (28), mengalami shock lantaran kondisinya tengah hamil.

Sementara kelima korban yang menjalani rawat jalan di antaranya, Endang Suherla (41) kernet bus, Budiyanto (16), Susilawati (40), Tukino Cipto Cahyono (58) dan Mini (50). Kelimanya rata-rata menderita luka lecet-lecet.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge