0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SVLK, Sertifikasi Secara Grup Bukan Perkara Mudah

Salah satu perusahaan mebel (Dok. Timlo.net/ Sahid)

Solo — Langkah mendapatkan sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dengan cara membentuk grup tampaknya bukan merupakan perkara yang mudah. Pasalnya, persyaratan yang diterapkan tidak jauh berbeda dengan proses sertifikasi secara mandiri.

Sebagai dampak langsung atas kebijakan ini, beberapa perusahaan mebel yang sebelumnya sempat bergabung dalam grup akhirnya harus mengundurkan diri. Mereka pun lebih memilih melakukan sertifikasi secara mandiri.

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Solo, David R Wijaya, Rabu (16/1), menyebutkan semula terdapat 13 perusahaan yang berniat melakukan sertifikasi dalam satu grup. Hanya saja dalam proses perjalanannya jumlah ini terus berubah, lantaran ada perusahaan yang akan mundur, namun ada pula yang berminat bergabung.

Sebenarnya diharapkan grup sertifikasi SVLK bisa terbentuk secara permanen, sehingga nantinya bisa menjadi percontohan. Dengan kata lain, jika grup berhasil secara otomatis sistem yang ada bisa diadopsi pelaku usaha mebel lainnya.

Pada dasarnya, grup bisa dibentuk oleh sejumlah perusahaan mebel dengan kepemilikan aset tidak lebih dari Rp 500 juta. Sementara itu, jika sertifikat SVLK tidak segera dikantongi, praktis pada 2014 mendatang kalangan pelaku usaha mebel tak bisa lagi melakukan kegiatan ekspor.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge