0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tempat Tinggal Terancam, Warga Kentingan Baru Protes

Solo — Warga Kentingan Baru, Kecamatan Jebres, Solo menolak upaya petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang akan mengukur tanah yang mereka tempati. Akibat tindakan warga yang pasang badan di lokasi, rencana pengukuran tanah oleh BPN urung dilakukan.

Warga menilai, rencana pengukuran tanah yang akan dilakukan oleh BPN adalah tindakan yang keliru. Sebab menurut klaim mereka, tanah yang mereka tempati saat ini masih berstatus tanah sengketa.

Sekjen Lembaga Swadaya Advokasi Bumi Adil Sejahtera (LSABAS) selaku perwakilan warga, Lilik Paryanto mengungkapkan, BPN boleh melakukan pengukuran tanah yang mereka huni jika sudah ada penetapan kepastian status tanah dari pengadilan. “Status tanah ini masih sengketa,” ungkapnya, Rabu (16/1).

Penghuni lahan sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) turun ke jalan menghadang petugas BPN yang akan mengukur tanah tersebut. Karena situasi tidak memungkinkan, BPN mengurungkan niatnya. Kedua belah pihak berada pada pengawalan ketat petugas Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan sejumlah anggota TNI.

Konflik antara penghuni lahan Kentingan baru dengan pemilik lahan terjadi sejak beberapa tahun lalu. Sekitar tahun 2010, lahan tersebut dihuni sekitar 270 KK. Mereka tidak memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM). Sebagian dari mereka sudah direlokasi ke wilayah kelurahan Mojosongo, Solo pada tahun tersebut dengan diberi uang kompensasi.

Namun sebagian lagi sisanya tetap bertahan di lokasi. Jumlah warga yang masih bertahan sekitar 50 KK. Warga yang masih tinggal di lokasi, hanya memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge