0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Buruh Tuntut PT Lestari Farm Tidak Ditutup

Ratusan buruh PT Lestari Farm mendatangi Kantor Kecamatan Masaran, menuntut agar perusahaan tersebut beroperasi kembali, Rabu (16/1). (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Ratusan orang yang mengaku karyawan PT Lestari Farm, yang berasal dari 9 dukuh di Desa Krebet, Kecamatan Masaran menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Desa Krebet dan Kantor Kecamatan Masaran, Rabu (16/1). Mereka menuntut agar PT Lestari Farm dapat beroperasi kembali dan meminta agar perjanjian penutupan pabrik antara warga Dukuh Gemblak dan Guworejo dengan pemilik PT Lestari Farm dibatalkan.

Menurut mereka penutupan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur tersebut bisa merugikan para buruh dan warga sekitar. Karena dengan ditutupnya PT Lestari Farm mereka secara otomatis akan kehilangan pekerjaan. Selain itu warga kawatir fasilitas yang diberikan pihak pabrik kepada warga sekitar, seperti air bersih, penerangan dan lain-lain akan dicabut apabila pabrik ditutup.

“Kami sebagai karyawan dan warga sekitar keberatan. Penutupan dilakukan sepihak. Pabrik itu tempat kami mencari nafkah. Kalau perusahaan ditutup akan memengaruhi kesejahteraan keluarga,” kata salah satu karyawan pabrik, Ruri Siponi Yanto.

Untuk itu para buruh yang juga sebagai warga mengharapkan agar pihak desa dan kecamatan bersedia membantu mengupayakan agar PT Lestari Farm dapat beropersi kembali. Mereka mengajukan dua tuntutan, yaitu; perjanjian antara pemilik PT Lestari Farm dan warga Dukuh Gemblak dan Guworejo mengenai penutupan pabrik dibatalkan. Kemudian, PT Lestari Farm kembali beroperasi. Mereka mengancam apabila perjanjian tidak dibatalkan dalam jangka waktu 3 hari, maka mereka akan melakukan aksi lagi yang lebih besar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge