0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hindari Truk Pasir, Bus Kramat Djati Nyemplung Kali dan Terbalik

Bus nyemplung kali, Rabu (16/1) sore. (Dok.Timlo.net/ Indratno Eprilianto)

Klaten — Bermaksud menghindari truk pasir, bus Kramat Djati bernomor polisi D 7555 AE nyemplung ke Kali Sekaran di Jalan Baki-Pakis, tepatnya Desa Sekaran, Kecamatan, Wonosari, Klaten, Rabu (16/1) sore.

Informasi yang dihimpun Timlo.net di lokasi kejadian, kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu bus yang dikemudikan Derrys Astriana (30) warga Jambuku, Mandalawangi, Salopak, Tasikmalaya, Jawa Barat melaju dari arah Sukoharjo menuju Pakis, Wonosari dengan kecepatan sedang.

Sementara dari arah Pakis muncul sebuah truk pasir yang berjalan merambat. Saat di lokasi kejadian, truk tak mau mengalah saat berpapasan dengan bus jurusan Wonogiri-Bandung tersebut. Untuk menghindari lubangan jalan itu bus melaju terlalu ke kiri. Jalan yang dilalui pun tak mampu menahan berat kendaraan. Bus langsung terguling hingga terjun ke kali.

“Saat itu truk memang tak mau mengalah saat ada lubangan tengah jalan. Truk terlalu mepet sehingga roda bus terlalu minggir. Jalan yang lembek membuat bus langsung terguling ke kali. Ada 15 penumpang di dalam bus,” ujar Derrys.

Sementar itu, dari pengakuan salah satu penumpang, Sapto (49) warga Wonogiri, saat itu semua penumpang sangat panik dan menjerit hingga akhirnya bus terbalik di kali.

“Saya sangat kaget begitu bus tiba-tiba miring ke kiri dan akhirnya terbalik,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Kurniawan Ismail mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dari 15 penumpang itu, tujuh diantaranya mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Delanggu untuk menjalani perawatan. Sementara untuk korban selamat langsung dievakuasi ke bus lain.

“Bus tersebut dari Wonogiri hendak menuju ke Bandung. Namun saat di lokasi kejadian berpapasan dengan truk pasir. Jalan yang tak muat menyebabkan bus terguling ke kali,” ujar Kurniawan.

Sementara itu, informasi dari PKU Muhammadiyah, Delanggu, ketujuh korban yang menjalani perawatan itu dua diantaranya rawat inap. Sedangkan lima lainnya rawat jalan.

“Kedua penumpang yang dirawat inap itu suami istri, yakni Dona Ariyanto (33) menderita patah tulang dan istrinya Wanti Mulyani (28) shock karena sedang hamil sembilan bulan,” ujar petugas.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge