0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wanita Muda Terlindas KA Malabar Hingga 200 Meter

Salah satu petugas Satpam Stasiun Kebonromo Eko Pramono (21), menunjukkan serpihan bagian tubuh korban bunuh diri yang masih menempel di rel KA. (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Seorang perempuan tanpa identitas diduga sengaja melakukan aksi bunuh diri dengan cara menabrakkan diri dengan Kereta Api Malabar No. 90, jurusan Bandung – Malang, yang sedang melintas di Stasiun Kebonromo, yang ada di Dukuh Genting RT 13, Desa Ngarum, Sragen. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/1) sekitar pukul 01.25 WIB.

Peristiwa itu berawal ketika KA Malabar No. 90 dengan masinis Nardi (35), warga Yogyakarta, melintas dari arah Bandung menuju Malang, Jawa Timur. Saat sampai di tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di jalur Sragen – Gondang KM 288, patok 5, Dukuh Genting, Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal menabrak seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya.

Dari penuturan masinis Nardi, saat kereta melintas di depan Stasiun Kebonromo, tiba-tiba dirinya melihat dari arah selatan ada seorang perempuan yang diduga sengaja menabrakkan diri dengan KA yang dikemudikannya. Wanita tersebut diperkirakan berumur 20 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 140 cm. Korban sempat terseret KA sejauh 200 meter dari TKP. Nardi sendiri baru menghentikan KA ketika sampai di Stasiun Gondang.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Ngrampal sekitar pukul 01.40 WIB oleh penjaga pintu perlintasan , Suar (46), warga Turo RT 09, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen.

Salah satu Satpam Stasiun Kebonromo, Eko Pramono (21), menuturkan, sebagian tubuh korban diperkirakan berceceran di sepanjang jalur KA antara Stasiun Kebonromo hingga Stasiun Gondang. Beberapa bagian tubuh yang berhasil ditemukan ditempatkan dalam 3 buah tas kresek. “Itu adalah bagian tubuh yang berhasil ditemukan, mungkin masih ada bagian tubuh lain yang terseret kereta, termasuk salah satu tangan yang belum ditemukan,” kata Eko kepada Timlo.net.

Sementara itu Kapolsek Ngrampal AKP I Ketut Putra, mewakili Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi, ketika dihubungi Timlo.net, mengatakan, pihaknya telah mengumumkan kepada warga sekitar jika ada yang kehilangan anggota keluarganya. Namun hingga Rabu (16/1) sore belum ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. “Sampai hari ini belum ada laporan. Kita juga belum mengetahui identitas korban,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge