0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Darah PMI Solo Capai 1500 Kantong Per Hari

Gedung PMI Kota Surakarta di Jl Kol Sutarto, Jebres (dok.timlo.net/facebook pmi)

Solo — Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta mencapai batas aman. Pasalnya stok darah yang tersedia perharinya mencapai 1500 kantong. Jumlah tersebut sangat fantastis, jauh di atas angka standar aman yang ditentukan.

“Level aman bagi PMI adalah menyediakan 300 kantong tiap harinya. Berkat bantuan dari masyarakat dan berbagai pihak kita bisa mencapai ribuan kantong tiap harinya,” ungkap Sekretaris PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, usai Musyawarah Rapat Kerja Tahunan yang diadakan di ruang rapat PMI Kota Surakarta, Rabu (16/1).

Dijelaskan, capaian kerja PMI Kota Surakarta selama 2012 lalu secara umum mencapai hasil yang memuaskan, terlebih target jumlah stok darah yang melebihi batas aman. Pasalnya jumlah stok darah menjadi poin utama kegiatan PMI, selain Dompet Kemanusiaan, Griya PMI Peduli dan program kegiatan PMI lainnya.

Sumartono menambahkan, di tahun 2013 PMI Solo tengah mempersiapkan program sistem pembuatan barcode  untuk kantong darah. Menurutnya, pembuatan barcode  ini akan memudahkan pendataan jumlah darah yang masuk dan yang keluar.

”Kalau sistem ini sudah jadi, kesalahan yang diakibatkan human eror bisa teratasi. Selain itu pendataan tiap kantong darahnya tidak dilakukan secara manual lagi, semua ini bertujuan untuk memperlancar SDM dalam bekerja,” paparnya kepada Timlo.net.

Selain pembuatan sistem barcode, pembangunan gedung baru Griya PMI Lansia juga masuk dalam program perencanaan penambahan fasilitas di tahun ini. Rencananya, griya yang diperuntukkan bagi para Lansia ini akan dibangun di sebelah Griya PMI Peduli yang berlokasi di Mojosongo.

Tak hanya sampai disini. Pembenahan dan penambahan fasilitas untuk masyarakat Solo terus dilakukan, termasuk penambahan satu unit transportasi mobil ambulance hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Sementara itu untuk bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari berbagai donatur, ternyata masih minim jumlahnya. Pasalnya jumlah yang membutuhkan pertolongan lebih banyak dari jumlah donor yang masuk ke PMI. ”Data di tahun 2012 jumlah orang yang terbantu dari donatur masih mencapai 10 persen,” singkatnya.

Meski demikian dirinya berharap semua program yang dilakukan oleh PMI Kota Surakarta tahun ini bisa terlaksana dengan lancar. “Bantuan kemanusiaan bisa tepat sasaran dan perencanaan pembangunan serta pengadaan sistem barcode  bisa tercapai di akhir 2013 mendatang,” harapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge