0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hebat! Hanya Beberapa Menit, Ivan Gambar Kak Sugeng

Ivan Ufuq Isfahan main piano bareng Kak Sugeng (dok.timlo.net/achmad khalik)

Karanganyar — Lukisan Ivan Ufuq Isfahan (12) anak autis asal desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar dapat menjadi inspirasi novelis dan seniman. Motivator anak asal Solo, Sugeng Santoso juga kesengsem ingin menemui anak yang mempunyai bakat menggambar tersebut.

Pria yang akrab dipanggil Kak Sugeng tersebut, menilai bahwa kemampuan yang dimiliki Ivan tergolong kepada photomemory, sebab dirinya sangat ahli mendiskripsikan apa yang dilihatnya ke dalam lukisannya. Disamping itu orang yang tergolong mempunyai mempunyai kemampuan photomemory biasanya cenderung menggunakan intelegensi (IQ) daripada cipta, rasa dan karsanya.

“Dari hasil sidik jari Ivan menunjukkan bahwa mayoritas sel otaknya hampir menyamai orang dewasa, khususnya pada bagian Prefrontal Cortex, yaitu dimana dirinya akan mengambil sesuatu pola-pola gambar dengan sangat cepat yang langsung dituangkannya ke dalam lukisan,” ujarnya kepada Timlo.net, Rabu (15/1).

Kak Sugeng juga membenarkan bahwa yang dilakukan ibunda Ivan selama ini sudah benar. Pasalnya, sebagai seorang ibu dirinya memberikan kegiatan-kegiatan positif kepada anaknya, baik itu yang bersifat formal maupun informal.

“Untuk menangani anak autis biasanya kita harus memberikan kegiatan sebanyak mungkin kepadanya, namun jangan terlalu memaksakannya. Mulai dari kegiatan formal seperti sekolah maupun informal seperti piano, lukis, permainan anak dan sebagainya,” terangnya.

Sementara itu, ibunda Ivan, Dewi Candraningrum juga merespon positif kedatangan Kak Sugeng. Dirinya merasa bakat anaknya tersebut harus terus dikembangkan. Meskipun karya-karya Ivan sendiri telah dilirik oleh banyak pihak, dirinya belum berniat untuk mengomersilkan karya anaknya itu. Sebab, hasil karya anaknya bukan bertujuan komersil, namun sebagai terapi agar Ivan mempunyai penyaluran energi akan kebutuhan khususnya.

“Awal Ivan menggambar dulu saat masih berumur 3 tahun, lalu setelah saya mengetahui bakat tersebut saya asah terus. Hingga sekarang karya anak saya telah mencapai ratusan lukisan dan ribuan sket lukisan. selain mengajarkan gambar kepada anak saya, saya juga membekali dengan kemampuan belajar piano untuk menyalurkan energinya ke arah yang lebih baik,” ungkap Dewi yang juga merupakan Dosen Sastra di UMS tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ivan juga sempat menggambar lukisan sosok Kak Sugeng. Hanya dalam beberapa menit, lukisan tersebut menjadi sebuah karya yang khas serta unik yang lahir dari tangan seorang anak berkebutuhan khusus.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge