0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penderitaan Balita Berumur 21 Bulan

Alami Gizi Buruk Sejak Lahir, Jilan Tak Punya Langit-langit Mulut

Jilan Qurniawan (21 bulan), tidak mempunyai langit-langit mulut. Sejak lahir sudah mengalami gizi buruk. (dok.timlo.net/agung)

Sragen —  Penderitaan yang dialami Jilan Qurniawan (21 bulan) sungguh memprihatinkan. Perkembangan fisik Jilan tidak seperti anak pada umumnya. Untuk ukuran normal seharusnya umur 21 bulan, anak sudah dapat berjalan. Tetapi keadaan Jilan lain, sekilas dia tak ubahnya seperti bayi yang baru berumur 2 bulan, kecil, kurus, lemah dan hanya bisa menangis. Yang lebih menyedihkan Jilan juga tidak mempunyai langit-langit dalam rongga mulutnya.

Namun banyak orang yang tidak perduli terhadap kondisi itu, termasuk aparat desa setempat seolah juga menutup mata terhadap penderitaan yang dialami Jilan. Jilan, yang merupakan anak kedua pasangan Pahamto (35) dan Suminem (34) sejak lahir sudah mengalami gizi buruk. Berulangkali ke luar masuk rumah sakit dengan biaya yang harus ditanggung sendiri oleh orang tuanya. Padahal keluarga Pahamto yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani itu adalah termasuk warga miskin.

Ketika ditemui Timlo.net, Rabu (16/1), di rumahnya, Dukuh Karangudi RT 18, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Pahamto mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah untuk perawatan anaknya. Seingat dia, bantuan hanya diberikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Sragen dalam bentuk susu kotak. Itu pun hanya berlangsung selama 3 bulan. Setelah itu hingga sekarang Pahamto tidak pernah lagi mendapatkan bantuan.

“Untuk biaya perawatan di rumah sakit saya biaya sendiri. Dari pemerintah belum pernah ada bantuan untuk biaya perawatan selama di rumah sakit,” kata Pahamto.

Pahamto mengungkapkan, selama ini dia juga belum pernah mendapat Kartu Jamkesmas dari pemerintah. Berulang kali dia pernah mengurus Jamkesmas di Kantor Desa Karangudi, tetapi sampai sekarang idak pernah diberikan. Apalagi yang namanya Kartu Saraswati, Pahamto sama sekali belum pernah melihatnya.

“Saya juga belum pernah mendapatkan Kartu Saraswati yamg katanya bisa untuk berobat gratis di rumah sakit. Padahal tetangga saya yang ekonominya lebih dari saya mendapat Kartu Saraswati. Saya tidak tahu kenapa bisa begitu,” ujarnya.

Pahamto menceritakan, sejak lahir anak keduanya tersebut memang sudah mengalami gizi buruk dan perkembangan fisiknya juga tidak seperti anak pertamanya, Nanda Setiawan (10). Selain gizi buruk, kondisi yang membuatnya sedih adalah Jilan tidak mempunyai langit-langit mulut. Keadaan ini membuat Pahamto dan Suminem kesulitan ketika akan memberikan makanan kepada anaknya. Mereka berharap pemerintah mau memperhatikan dan memberikan bantuan terhadap kondisi yang mereka alami saat ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge