0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jamsostek: Banyak Perusahaan Tak Jujur Laporkan Upah Pegawai

Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Surakarta (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Surakarta mencatat hingga kini masih banyak perusahaan tidak jujur dalam melaporkan besaran upah pegawai yang menjadi peserta asuransi. Dari data yang ada, hampir 80 persen perusahaan yang ada di kawasan Soloraya melaporkan upah pegawainya di bawah standar upah minimum kota/kabupaten (UMK).

Hal ini jelas sangat disayangkan. Pasalnya, menurut Pimpinan PT Jamsostek (Persero) Cabang Surakarta, Arief Budiman, laporan upah yang tidak sebenarnya praktis akan merugikan karyawan. Salah satunya, hak karyawan untuk mendapatkan dana santunan menjadi berkurang.

“Misalnya saja jika terjadi kecelakaan dan meninggal seharusnya ia mendapatkan 48 kali gaji satu bulan, tapi karena upah yang dilaporkan hanya separuh saja, maka santunan yang didapat otomatis juga hanya setengah. Padahal, itu haknya mereka sebenarnya,” ujar Arief, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (16/1).

Ketentuan terkait pelaporan upah pegawai secara riil sebenarnya sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang penyelenggaraan program Jamsostek. Hanya saja masih banyak perusahaan yang melanggarnya dengan harapan iuran yang diberikan bisa lebih kecil dari yang seharusnya.

Adapun dalam menyikapi tindak pelanggaran seperti ini, diakui Arief, pihak Jamsostek tidak bisa memberikan sanksi. Perseroan hanya sebatas memberikan laporan pada Dinas Sosial Tenaga Kerja setempat untuk selanjutnya ditindaklanjuti.

Law enforcement ada di dinas terkait. Kami terbuka kepada mereka, data-data kami sampaikan ke dinas untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge