0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan: Ada Marmut Jabatan di Pemkot Solo

Dedy Purnomo (Dok.Timlo.net)

Solo —  Dugaan adanya makelar mutasi (Marmut) dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Solo dibenarkan kalangan Dewan. Hal ini ditengarai dari adanya kenaikan pangkat dan golongan jabatan yang dinilai tidak wajar

Wakil Ketua Komisi I DPRD Solo, Dedy Purnomo mengatakan, pihaknya tidak menafikkan adanya marmut dalam pengisian jabatan. Hanya permasalahnya, perlu keberanian BKD dan Inspektorat untuk membuktikan hal itu. “Kenyataanya, saat ini ada pejabat yang golongannya “melompat”. Jika dilihat apakah lompatannya itu karena prestasi, secara faktual tidak seperti itu dan tidak logis,” ujarnya kepada Timlo.net, Rabu (16/1).

Lebih lanjut, politisi PAN ini menegaskan, pada kenyataanya ada pejabat yang belum saatnya menjabat jabatan tertentu, namun kemudian menduduki jabatan tersebut. Sedangkan pejabat yang sudah lama, sementara golongannya sudah layak juga tidak dipromosikan. “Hal-hal itu pada kenyataannya juga mempengaruhi tidak optimalnya kinerja pelayanan,” ungkapnya.

Terkait kejanggalan itu, Komisi I akan mencoba merekomendasikan kepada BKD (Badan Kepegawaian Daerah) untuk menindaklanjuti kejanggalan itu. Selain itu, sambung Dedy, pihaknya bisa juga mengusulkan ke Kepala Daerah agar kembali memposisikan orang yang lebih tepat.

Disinggung soal peran Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dalam proses mutasi jabatan, Dedy mengatakan selama ini peran Baperjakat tidak optimal sehingga perannya menjadi kabur. “Selama ini kami menangkap, hampir Baperjakat tidak difungsikan secara optimal,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat, Untara mengatakan pihaknya mengaku belum mendapat laporan soal marmut. “Saya belum mendapat laporan soal itu. Yang pasti, selama ini kami yang terlibat dalam Baperjakat selektif dalam hal ajuan mutasi,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala BKD Solo, Etty Retnowati mengatakan ada praktik Marmut dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Solo. Bahkan, dirinya menerima SMS dari PNS yang menanyakan kebenaran tersebut dan siap memberikan uang pelicin jika memang benar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge