0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Provinsi DIS Bingungkan DPRD Wonogiri

Presentasi provinsi DIS di Gedung DPRD Wonogiri, Rabu (16/1) (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Tim dari Pusadi (Pusat Studi Daerah Istimewa) atau LKDI (Lembaga Kajian Daerah Istimewa) Yogyakarta menyambangi DPRD Wonogiri, Rabu (16/1). Namun, kedatangan mereka malah membuat kalangan anggota legislatif merasa kebingungan.

Pusadi datang memaparkan kajian pembentukan Provinsi DIS (Daerah Istimewa Surakarta). Jika hal itu terjadi, secara otomatis dianggap Wonogiri masuk di dalamnya.

Sayang, penjelasan tersebut dianggap justru membingungkan bagi sebagian anggota dewan. Mereka kemudian meminta ketegasan, maksud dan tujuan kedatangan tim di Wonogiri.

“Sebenarnya keinginan LKDI itu apa? Mau sosialisasi, minta dukungan atau yang lain? Jangan hanya muter-muter soal regulasi-regulasi,” tandas Anggota Komisi B, Martanto.

Anggota Komisi D, Ahmad Zarif lantas menanyakan dasar dibentuknya LKDI. Termasuk kemungkinan lembaga itu merupakan pesanan pihak keraton. “Tadi dikatakan anggota LKDI adalah orang-orang di luar Surakarta. Ini malah membuat semakin banyak pertanyaan. Apa mungkin, LKDI itu merupakan bentukan dari keraton, lantas untuk menyamarkannya ditunjuklah orang-orang di luar Surakarta?” tandasnya.

Menanggapi itu, Ketua tim, Maryanto menekankan, pihaknya tidak ada maksud atau tumpangan politik dari pihak manapun, termasuk pihak keraton. Juga diakui tak ada permintaan dukungan politik yang dipesankan ke tim.

Dijelaskan, tim telah menunjuk Prof  Dr Yusril Ihza Mahendra. Dan saat ini tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan pembentukan Provinsi DIS. Jika hal itu terjadi, banyak keuntungan dapat dinikmati Wonogiri, seperti kian meratanya porsi pembangunan daerah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge