0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terkena Proyek Tol, Makam Gunung Sentono Jadi Sengketa

Makam Gunung Sentono Colomadu Karanganyar (Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian)

Karanganyar — Makam Gunung Sentono, Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar yang terkena proyek jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) tengah menjadi sengketa antar pihak desa dan Pemkab Karanganyar. Menurut Kepala Desa Ngasem, Djoko Slamet Hariadi, beda penaksiran nilai tanah antara desa dan Pemkab di antaranya terletak pada penafsiran status tanah.

Pemkab Karanganyar sendiri bersikukuh, tanah makam di pinggir Kali Pepe tersebut termasuk tanah basah yang dihargai Rp 250 ribu per meter persegi. Padahal sesuai buku leter C, lanjut Djoko, tanah makam itu masuk kategori tanah kering yang harusnya dihargai Rp 350 ribu per meter persegi. Selisih Rp 100 ribu. Namun, luas makam yang mencapai 2000 meter persegi, jika ditotal selisih harga tersebut menjadi sangat tinggi.

“Memang hanya selisih Rp 100 ribu, namun kami akan kesulitan mencari pengganti tanah makam tersebut, karena harga tanah di Desa Ngasem telah melonjak menjadi sangat tinggi,” jelanya, kemarin.

Djoko menjelaskan, jika kemudian hari Pemkab Karanganyar juga bersikukuh hanya mau memberi ganti rugi Rp 6,5 miliar, pihaknya akan membawa persoalan ini ke rapat desa. Sebab pihak desa dianggap tak bisa memutuskan persoalan ini tanpa melibatkan warganya.

Jika desa menerima ganti rugi seperti yang ditetapkan Pemkab, dikhawatirkan, warga akan kesulitan mendapatkan ganti tanah kas tersebut. Sebab harga tanah di desanya kini dinilai telah melambung tinggi, menyusul  pembangunan proyek jalan tol tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge