0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RSUD Sragen Bantah Telantarkan Belasan Pasien

(dok.timlo.net/agung)

Sragen — Wakil Direktur Pelayanan Mutu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soehadi Prijonegoro Sragen, Pursito, membantah belasan pasien kelas III yang menghuni Ruang Mawar rumah sakit tersebut ditelantarkan. Dia mengatakan jika ada pasien yang tidur di lantai itu karena disebabkan ruangan sudah penuh dan tidak kebagian tempat tidur.

Selain itu belum dilakukannya operasi terhadap beberapa pasien bukan karena tidak mendapat pelayanan dengan baik, melainkan adanya pertimbangan medis dan syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Untuk melakukan operasi itu tidak bisa sembarangan karena berkaitan dengan nyawa seseorang. Harus butuh waktu dan syarat tertentu yang harus terpenuhi oleh pasien,” kata Pursito ketika ditemui wartawan, belum lama ini.

Menurutnya, pihak rumah sakit tidak bermaksud untuk menelantarkan pasien. Pursito menceritakan, pernah terjadi ada seorang pasien kelas III yang ditempatkan di ruang kelas I. Hal itu karena ruangan kelas III sudah penuh sehingga pasien tersebut ditempatkan di kelas I. “Karena bangsal kelas III penuh, sebagian bangsal kelas II dan kelas I sampai digunakan sebagai tempat rawat inap pasien kelas III. Ini bukti kalau kami terbuka terhadap mereka,” jelas Pursito.

Di sisi lain dokter spesialis anak tersebut juga mengungkapkan, sejak adanya program Kartu Saraswati, jumlah pasien di RSUD Sragen mengalami peingkatan hingga 80 persen. Sehingga wajar apabila ada pasien yang tidak mendapatkan tempat tidur dan merasa ditelantarkan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge