0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengamat Hukum: Aset Untung Perlu Disita

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono (Foto: Bag Humas Setda Sragen)

Sragen — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah harus konsentrasi kepada masalah pengembalian uang negara yang dikorupsi terpidana Untung Wiyono senilai Rp 10,5 miliar, setelah mantan penguasa Sragen tersebut dieksekusi. Demikian diungkapkan Pengamat Hukum UNS Solo, Prof Dr Jamal Wiwoho SH MH, ketika dihubungi wartawan, Selasa (15/1).

Jamal menggarisbawahi, pengembalian uang pengganti hendaknya direalisasi dalam bentuk uang, bukan dalam bentuk hukuman badan. Karena uang itu untuk mengganti kas negara yang dikorupsi. “Saya berharap Untung bukan membayar menggunakan hukuman subsider tapi mengembalikan uang negara. Supaya koruptor jera,” kata Jamal kepada wartawan melalui telepon.

Dijelaskan, putusan terhadap mantan Bupati Sragen tersebut diharapkan akan menjadi contoh penegakan hukum di Indonesia, terutama kasus korupsi yang lain. Jamal lebih  memberikan apresiasi terhadap putusan MA yang dijatuhkan kepada Untung, dibandingkan kasus-kasus korupsi yang lain.

Lebih lanjut Jamal mengungkapkan, Kejati harus jeli menangani pengembalian uang pengganti. Termasuk kemungkinan terburuk Untung mengembalikan dalam bentuk harta benda. Kejati harus mengantisipasi terpidana mengalihkan harta benda pada pihak ketiga. Untuk itu perlu dilakukan penyitaan aset milik terpidana supaya uang negara dapat dikembalikan.

“Penyitaan aset itu salah satu cara untuk mengembalikan uang. Hal itu dilakukan dalam rangka memiskinkan koruptor,” pungkas Jamal.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge