0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mencegah Demam Berdarah di Ngasem

Warga Rame-rame Maju Perang Lawan DBD

Petugas DKK Karanganyar memantau jentik-jentik nyamuk dalam rangka mencegah penyebaran demam berdarah (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar —  Setelah dinyatakan menjadi daerah Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue (KLB DBD), warga Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar bertekad memberantas wabah penyakit yang menyerang desanya tersebut. Warga akan serempak membersihkan sarang nyamuk maupun menguras bak sebagai tempat berkembang biak nyamuk.

Kepala Desa Ngasem, Djoko Slamet Hariadi mengatakan akan menggerakkan warganya untuk membersihkan media yang menjadi sarang nyamuk maupun tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty. Selain itu dirinya dan perangkat desa lainnya akan memberi pemahaman kepada warganya tentang bahaya demam berdarah serta cara penularannya. Kegiatan ini akan dilaksanakan Kamis (17/1) mendatang.

“Kami akan lakukan pembersihan secara serempak dalam waktu yang bersamaan oleh seluruh warga Desa Ngasem,” tegas Djoko Slamet Hariadi, Selasa (15/1).

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengatakan, pihaknya siap memback up penuh kegiatan warga Desa Ngasem tersebut, baik dari segi obat-obatan maupun pendampingan dalam penyuluhan pihaknya siap membantu.

“Kami siap kapan pun 24 jam, DKK Karanganyar siap memback up kegiatan ini,” tegas Munir

Lebih lanjut Munir mengatakan, harus ada kesadaran dari masyarakat sendiri untuk memberantas wabah demam berdarah ini. Dari hasil survei kepadatan nyamuk, terbukti Desa Ngasem sangat tinggi, artinya prosentase terdapat jentik pada bak mandi maupun kontainer pada tiap rumah sangat besar yakni 53%.

“Harus ditekan hingga ambang batas bebas jentik yakni 95%,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge