0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Ada Pungli di Pasar Sayur Cepogo

Pedagang Pasar Sayur Cepogo mengaku dipungli (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Belum sepekan ditempati, sejumlah pedagang sayur di Pasar Sayur Cepogo mengeluhkan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan petugas. Pungutan bahkan dilakukan dua kali, saat pedagang masuk pasar dan keluar pasar, besarnya pungutan Rp 7 ribu untuk mobil masuk pasar dan Rp 3 ribu untuk mobil keluar pasar dengan membawa muatan, total pungutan mencapai Rp 10 ribu.

Dugaan Pungli tersebut ditemukan Komisi II DPRD Boyolali saat inspeksi mendadak (Sidak) Pasar Sayur Cepogo. Ketua Komisi II Dwi Adi Nugroho, mengungkapkan pihaknya menemui sejumlah pedagang yang mengaku membayar restribusi namun tanpa karcis. Pungutan tersebut, lanjur Dwi, dikenakan berulang kali kepada mobil yang keluar masuk pasar. Diduga dari hasil restriburi tanpa karcis tersebut diperoleh pendapatan yang mencapai jutaan rupiah setiap harinya.

“Kalau restribusi kan mestinya pakai karcis, tapi ini kan tidak diberi, sama saja dengan pungli, besarnya juga sangat membebani pedagang,mestinya kan tidak sebesar itu,” lanjut Dwi Adi ditemui di DPRD Boyolali, Selasa (15/1).

Pihaknya juga menyayangkan adanya pungutan yang terlalu besar, apalagi dengan statu pasar yang belum diserahkan dari pusat ke daerah. Mestinya selama menunggu penyerahan status tersebut, Dinas Pasar terus melakukan pembinaan dan pemantauan untuk menghindari Pungli.

Di sisi lain, Kepala UPT Pasar Sayur Cepogo, Cahyo Pratomo membantah adanya pungutan liar ke pedagang sayur yang masuk ke Pasar Cepogo. Selama ini pihak pasar hanya melakukan penarikan restribusi yang besarnya untuk mobil masuk pasar sebesar Rp 5 Ribu rupiah sedangkan mobil keluar dengan membawa muatan sebesar Rp 2 ribu.

“Tidak ada itu pungli, yang ada restribusi dan besarnya sesuai dengan Perda,” tandas Cahyo tegas.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge