0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hasil Survei di Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar

Hiii! 53 % Bak Mandi Warga Dipenuhi Uget-uget

Tim DKK Karanganyar melakukan survei DBD di Desa Ngasem, Colomadu (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Karanganyar  — Survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar sangat mencengangkan. Sekitar 53 persen bak mandi dan gentong tempat air milik warga ternyata dipenuhi uget-uget (jentik-jentik ) yang akan menjadi nyamuk dalam beberapa hari ke depan. Sangat jauh dari angka ideal bebas jentik yakni 95 %.

Tim DKK Karanagnyar, Selasa (15/1), memeriksa  220 rumah di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu. Hasilnya, 123 rumah di antaranya ditemukan jentik-jentik dalam rumahnya.

Menurut Kepala  Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan DKK Karanganyar Fatkul Munir, kegiatan kali ini untuk mengukur kepadatan nyamuk termasuk mengetahui jentik-jentik di setiap rumah penduduk, selain itu juga untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang bahaya Demam Berdarah. Dan paling akhir adalah dalam rangka screening kepada warga jika ada yang sakit dan mengarah ke Demam Berdarah.

“Dalam survei kali ini memang kami menemukan lebih dari separo rumah yang kita periksa ada jentik-jentiknya, dan ini berpotensi menjadi wabah DBD (Demam Berdarah Dengue) yang lebih besar,” jelas Munir.

Lebih lanjut Munir mengatakan, harus ada kesadaran dari warga untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama jika ada air menggenang yang merupakan sarang nyamuk Aedes Aegypty media penular Demam Berdarah.

Seperti diketahui DKK Karanganyar menetapkan KecamatanColomadu sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD  terutama di Desa Ngasem. Tercatat 8 warga Ngasem  terjangkit DBD, 2 di antaranya meninggal dunia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge